Subang, Jalancagak.com

Serangan drone dan tembakan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang gadis berusia sembilan tahun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Tala Abu Matar tewas ketika tembakan Israel menargetkan sebuah perkemahan di sisi timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah, kata petugas medis.

Juga pada hari Minggu, serangan pesawat tak berawak terhadap toko pandai besi di lingkungan Sabra di Kota Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina dan melukai lainnya, menurut pejabat di rumah sakit al-Shifa tempat para korban dirawat.

Militer Israel mengakui serangan di wilayah tersebut, dan mengatakan tanpa menjelaskan lebih lanjut bahwa serangan tersebut menargetkan “infrastruktur teroris”.

Setelah penembakan pada hari Jumat, seorang pria Palestina meninggal karena luka yang dideritanya akibat tembakan Israel di dekat kamp Al-Bureij, kata seorang pejabat kesehatan. Warga Palestina lainnya meninggal karena luka-luka akibat serangan pesawat tak berawak Israel di timur Khan Younis di Gaza selatan.

Serangan yang terus berlanjut di Gaza merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang disepakati Oktober lalu oleh Israel dan Hamas. Meskipun pertempuran di darat sebagian besar telah berhenti sejak saat itu, Israel terus melakukan serangan udara di Gaza, menewaskan sedikitnya 1.098 warga Palestina dan melukai 3.535 orang selama gencatan senjata, menurut data Kementerian Kesehatan.

Sejak Oktober, Israel telah memperluas kendalinya atas wilayah tersebut di luar apa yang disebut “Garis Kuning”, yang membatasi wilayah yang diduduki Israel dari seluruh Gaza berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Pekan lalu, Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan pasukan Israel kini menguasai sekitar 80 persen wilayah Gaza.

⁠Kekerasan terbaru ini terjadi ketika para pemimpin Hamas mengunjungi Kairo untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai penerapan tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump.

Diskusi tersebut mencakup perlucutan senjata Hamas ⁠dan penarikan tentara Israel, menurut sumber yang dekat dengan pembicaraan tersebut, yang mengatakan tidak ada terobosan yang dicapai.

Sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan mengatakan setidaknya 73.118 warga Palestina telah terbunuh.

Artikel Telah Tayang di : https://www.aljazeera.com/news/2026/7/12/israeli-forces-kill-five-palestinians-in-latest-attacks-on-gaza