Otoritas Israel memasang tiga gerbang besi di Kota Tua Hebron, Tepi Barat yang diduduki, sehingga memperketat pergerakan warga Palestina menuju rumah dan pertokoan. Gerbang itu dipasang beberapa hari sebelum pemberitaan 11 Oktober.

Wali Kota Hebron Yousef al-Jabari mengatakan satu gerbang berada di Jalan al-Zahid, satu-satunya jalur kendaraan menuju pintu masuk Kota Tua. Dua lainnya dipasang di bagian Jalan al-Shalala yang menghubungkan kawasan pertokoan.

Pedagang Badr al-Tamimi mengatakan penutupan berulang menghambat kegiatan ekonomi. Warga dapat tertahan berjam-jam di pos pemeriksaan saat berusaha mencapai bagian lain kota atau Masjid Ibrahimi.

Israel menyebut alasan keamanan untuk menambah pos pemeriksaan dan gerbang. Al-Jabari menilai pembatasan itu menghambat warga kembali ke rumah dan mempertahankan kehidupan di Kota Tua.

Pemerintah kota mengajukan gugatan ke pengadilan Israel untuk menanggapi pembatasan tersebut. Kawasan H2, yang mencakup Kota Tua dan Masjid Ibrahimi, tetap berada di bawah kendali keamanan Israel berdasarkan pembagian Hebron pada 1997.

Sumber: Al Jazira