Iran Tuding Netanyahu di Balik Isu Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump
putra bungsu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam serangan. Otoritas Teheran mengecam laporan semacam itu sebagai propaganda rekaan.
seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Sabtu (29/8/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam pernyataannya pekan ini.
merujuk pada Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.
untuk menipu dan dan menakut-nakuti Presiden AS," sebut Rezaei dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita ISNA.
Dia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengincar anggota keluarga Trump.
yang ditayangkan oleh televisi Iran Channel 3 itu, ditafsirkan secara luas sebagai ancaman pembunuhan terhadap putra bungsu Trump tersebut.
Israel, pada akhir Februari lalu. Teheran membalas dengan menargetkan posisi dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
menyusul mediasi oleh Pakistan dan Qatar, yang bertujuan mengakhiri permusuhan dan membuka jalan bagi negosiasi.
penerapan MoU tersebut menghadapi kendala, dengan Teheran menuduh Washington gagal memenuhi komitmennya. Pertempuran yang sempat terhenti pun kembali berkobar, setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Juli lalu.
yang dimaksudkan untuk meruntuhkan rezim Teheran. AS menjeratkan sanksi baru saat konflik dengan Iran semakin berlarut-larut, setelah upaya diplomasi terhenti.
seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.
Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.
Mojtaba mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang saling berkaitan, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, dan pengaturan pasar barang dan jasa.
" cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
meningkatkan investasi dan mengarahkannya pada sektor-sektor yang bermanfaat dan penting, memacu produksi, secara bertahap mengurangi peran penting dolar, dan pada akhirnya menempatkan seluruh rangkaian kebijakan ekonomi perlawanan sebagai prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah Iran.
juga menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai. Dia menambahkan jika produksi dalam negeri belum mencukupi, maka impor harus dimanfaatkan secara tepat dan bijak.
upaya mendorong produksi dan mengelola impor serta harga dapat secara bertahap mengurangi titik-titik kelam dalam perekonomian Iran, hingga masalah tersebut hilang sepenuhnya.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8639953/iran-tuding-netanyahu-di-balik-isu-rencana-bunuh-putra-bungsu-trump