Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara
Iran menanggapi gelombang serangan baru yang dilancarkan AS. Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.
Rabu (15/7/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan AS ke Teheran.
Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Dia juga meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.
dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.
Iran hanya akan menghormati komitmen internasionalnya jika AS melakukan hal yang sama. Dia menyebut bahwa Iran membatalkan komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) setelah AS gagal memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sementara tersebut.
kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan," imbuhnya
militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Serangan terbaru ini menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.
" kata Komando Pusat AS dilansir CNN, Rabu (15/7/2026).
termasuk Greater Tunb, yang disebut oleh seorang peneliti sebagai "benteng pertahanan" Iran.
kata militer AS. Komando Pusat as juga memposting video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.
lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, kata Kementerian Kesehatan negara itu hari ini.
menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan.
222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8576018/iran-ogah-negosiasi-usai-digempur-as-fokus-pertahanan-negara