Subang, Jalancagak.com

Juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran Hossein Mohbi mengklaim pada hari Rabu bahwa rudal Patriot buatan AS bertanggung jawab atas penghancuran gedung terminal penumpang di Bandara Internasional Kuwait.

Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, Mohbi mengatakan penyelidikan telah dilakukan terhadap serangan di terminal bandara, mengklaim bahwa Angkatan Udara IRGC tidak menargetkan fasilitas tersebut.

Dia mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa kehancuran terminal tersebut disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem pertahanan udara Patriot AS, yang gagal mencegat rudal Iran dan malah jatuh ke dalam gedung.

Sebelumnya pada hari Rabu, IRGC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menargetkan apa yang mereka gambarkan sebagai pangkalan dan situs militer AS di Kuwait dan Bahrain. Serangan tersebut dihadirkan sebagai respons atas serangan yang menurut Iran dilancarkan kedua negara terhadap kapal tanker minyak dan Pulau Qeshm di kawasan Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Kuwait, sementara itu, mengatakan satu orang tewas dan 63 lainnya terluka dalam serangan Iran yang melibatkan 13 rudal dan 17 drone. Kementerian juga melaporkan kerusakan material yang parah.

Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan Kebijakan Privasi Google serta Persyaratan Layanan berlaku.

Δ document.getElementById( "ak_js_1" ).setAttribute( "nilai", ( Tanggal baru() ).getTime() );

Artikel Telah Tayang di : https://www.middleeastmonitor.com/20260603-iran-says-damage-at-kuwait-airport-terminal-caused-by-us-patriot-missile-malfunction/