Subang, Jalancagak.com

Ada dugaan kebocoran informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing). KPK menduga informasi mengenai OTT di Langkat dan Kuansing dibocorkan pihak yang diperiksa.

ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

tim penyidik akan turun langsung ke lapangan. Saat itu juga kemungkinan diketahui bahwa ada orang KPK yang sedang turun ke lapangan.

memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," tambahnya.

KPK akan mendalami lebih lanjut terkait mengapa informasi OTT tersebut bisa tersebar saat tim masih ada di lapangan. KPK juga akan melakukan evaluasi.

atau memang kami seperti apa untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak bocor dari dalam tetapi itu diduga-duga oleh pihak-pihak di luar sehingga kemudian itu sampai informasi ke pihak-pihak yang memang menjadi target kami," tuturnya.

KPK menggelar dua OTT. Yaitu di Kuansing dan Langkat.

KPK telah menetapkan dua tersangka:

1. Bupati Langkat Syah Afandin (SAF)2. Tim Sukses SAF pada Pilkada 2024 bernama Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB).

sekitar pukul 9 malam, ketika Syah Afandin menghubungi Yaqub untuk bertemu setelah selesai acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

sekitar pukul 11 malam Zulkifli selaku driver Syah Afandin menghubungi Yaqub untuk meminta Syah Afandin balik arah, karena mengetahui tim KPK sedang berada di Kabupaten Langkat.

tim KPK mengamankan uang Rp 100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi mobil penumpang depan.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8559158/info-ott-di-langkat-dan-kuansing-diduga-bocor-kpk-bakal-evaluasi