Imaam Yakhsyallah: Persatuan Umat Kunci Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina
Dalam tausiyahnhya di Tabligh Akbar Muharram di Masjid At-Taqwa Cibubur, Ahad (21/6) Imaam Yakhsyallah menjelaskan bahwa konsep berjamaah memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap pentingnya menjaga kesatuan umat serta menjauhi perpecahan.
Ia mengutip sejumlah riwayat yang menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk berpegang teguh kepada jamaah, mendengar dan taat kepada kepemimpinan yang sah, berhijrah, serta berjihad di jalan Allah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan umat.
Yakhsyallah juga menyoroti sejarah pembebasan Al-Aqsa oleh Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi. Menurutnya, keberhasilan para pemimpin Muslim tersebut tidak terlepas dari kemampuan mereka menyatukan umat yang sebelumnya tercerai-berai oleh konflik dan perbedaan kepentingan.
Ia mengingatkan bahwa jatuhnya Al-Aqsa ke tangan pasukan Salib pada 1099 M juga terjadi ketika dunia Islam mengalami perpecahan politik yang tajam. Sebaliknya, pembebasan kembali Al-Aqsa pada 1187 M diawali dengan proses konsolidasi dan penyatuan kekuatan umat Islam di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Yakhsyallah menegaskan bahwa makna Al-Jama’ah bukan sekadar jumlah mayoritas, melainkan kelompok yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta tetap berada dalam kebenaran. Karena itu, kekuatan umat tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas keimanan, ketaatan, dan persatuannya.
Kondisi Palestina saat ini menjadi pengingat bagi umat Islam dunia bahwa perjuangan membela Al-Aqsa membutuhkan kesadaran kolektif, penguatan ukhuwah, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan potensi umat.
“Persatuan merupakan jalan strategis untuk mengembalikan kekuatan umat dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/imaam-yakhsyallah-persatuan-umat-kunci-pembebasan-al-aqsa-dan-palestina/