Saat gagasan belum muncul, cobalah beranjak dari kursi. Untuk pekerjaan yang membutuhkan beberapa kemungkinan jawaban, berjalan bisa menjadi pilihan sebelum kembali menyusun ide.

Penelitian Marily Oppezzo dan Daniel Schwartz yang diberitakan Stanford pada 24 April 2014 menemukan manfaat berjalan bagi pemikiran kreatif. Empat eksperimen melibatkan 176 mahasiswa dan orang dewasa; manfaat ditemukan ketika berjalan di dalam maupun luar ruangan.

Namun, mencari kemungkinan berbeda dari menentukan satu jawaban benar. Penelitian itu tidak menemukan manfaat serupa pada tugas berpikir terfokus. Jadi, berjalan bukan resep untuk menuntaskan setiap pekerjaan, apalagi jaminan menghasilkan gagasan hebat.

Sebagai percobaan pribadi, pilih satu persoalan terbuka sebelum berjalan di tempat yang aman dan sesuai kemampuan. Misalnya, pikirkan beberapa cara membuka presentasi. Setelah kembali, catat pilihannya; pisahkan tahap mengumpulkan gagasan dari tahap memeriksa mana yang layak dipakai.

Tidak perlu menjadikan jeda sebagai tuntutan baru. Bila berjalan tidak memungkinkan, jangan menyalahkan diri. Yang hendak dicoba ialah memberi ruang untuk mencari alternatif, lalu kembali menilainya dengan tenang—bukan mengukur kesungguhan dari seberapa lama seseorang bertahan di kursi.