ICRC Khawatir Ribuan Korban Gaza yang Tertimbun Tak Bisa Teridentifikasi Selamanya
Laporan The Guardian, Ahad (14/6) menyebut, operasi penyelamatan dan pencarian jenazah berjalan sangat lambat. Padahal sudah ada gencatan senjata yang ditengahi AS dan berlaku sejak Oktober lalu. Masalahnya, waktu terus berjalan. Dan waktu tidak pernah berpihak pada jenazah yang terkubur.
“Tidak diragukan lagi, jenazah ini bisa segera sulit dikenali,” ujar Pat Griffiths, juru bicara Palang Merah di Yerusalem.
“Semakin lama jenazah ditemukan, semakin sulit diidentifikasi. Semakin lama mereka tertimbun di bawah puing, semakin besar kemungkinan mereka sudah dalam tahap pembusukan lanjut, bahkan tinggal kerangka ketika akhirnya ditemukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, para ahli forensik juga kehilangan akses ke bukti-bukti di sekitar lokasi yang biasanya bisa membantu memastikan identitas korban.
Warga Palestina kini mulai menyisir sekitar 61 juta ton puing sisa perang. Pejabat kesehatan di Gaza memperkirakan setidaknya 10.000 orang masih terperangkap di bawah reruntuhan. Bahkan ada ahli yang menduga jumlahnya bisa mencapai 14.000 jiwa.
Parahnya lagi, tim penyelamat di Gaza kebanyakan hanya punya alat seadanya. Sekop, linggis, gerobak dorong, garu, cangkul, bahkan tangan kosong.
Permintaan agar alat berat seperti ekskavator dan perlengkapan lain diizinkan masuk ke Gaza tidak kunjung mendapat lampu hijau.
“Tim pencari butuh akses ke semua lokasi yang diduga ada jenazah,” kata Griffiths. “Kami tahu bahwa sebagian besar mesin dan peralatan ini saat ini nyaris mustahil dibawa masuk ke Gaza. Kami sudah terus mendesak, dan ini bagian dari dialog kami dengan otoritas terkait, agar barang-barang ini akhirnya diizinkan masuk.”
Pejabat Israel yang dihubungi The Guardian mengatakan, sampai sekarang belum ada izin untuk membawa peralatan evakuasi jenazah ke Gaza.
Palang Merah memperingatkan, penundaan yang berkepanjangan bisa menghancurkan peluang identifikasi di masa depan. Kondisi lingkungan, perpindahan jenazah, dan hilangnya barang-barang pribadi bisa menghapus bukti-bukti forensik yang sangat penting.
“Kami melihat betapa besarnya tugas ini. Dan kami tahu apa yang dipertaruhkan. Ribuan keluarga masih menanti jawaban. Hak mereka untuk mengetahui nasib orang-orang yang mereka cintai. Itulah yang dipertaruhkan,” pungkas Griffiths.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/icrc-khawatir-ribuan-korban-gaza-yang-tertimbun-tak-bisa-teridentifikasi-selamanya/