Ibu-Ibu Gaza Antre Berjam-jam untuk Makanan Keluarga
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Para ibu Palestina di Khan Younis, Gaza selatan, mengantre berjam-jam di dapur komunitas untuk membawa pulang makanan bagi keluarga mereka. Bantuan itu menjadi tumpuan pengungsi yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Niyaha al-Masri, pengungsi berusia 35 tahun asal Beit Hanoon, menunggu sekitar enam jam sebelum memperoleh nasi, lentil dan sedikit ayam. Dalam pemberitaan 12 Oktober, makanan tersebut menjadi satu-satunya santapan hari itu bagi keluarganya yang beranggotakan 10 orang.
Al-Masri mengatakan suaminya, yang terluka pada kedua kaki akibat serangan udara, tidak mampu ikut mencari makanan. Keluarga itu membatasi penggunaan tepung, sementara buah-buahan tidak terjangkau.
Shaun Hughes dari Program Pangan Dunia (WFP) menyebut kondisi ketahanan pangan masih sangat serius. Menurut WFP, sekitar 1,4 juta penduduk Gaza menghadapi kekurangan pangan akut.
Hughes menekankan kebutuhan protein, sayuran segar dan buah, terutama bagi anak-anak serta ibu hamil atau menyusui. Tepung, roti dan bahan pangan kering saja tidak mencukupi kebutuhan gizi.
Sumber: Al Jazira