Subang, Jalancagak.com Gerakan perlawanan Palestina, Hamas mengutuk pembakaran masjid oleh pemukim Israel di desa Jaljulia, utara Ramallah menggambarkan serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dan bagian dari kampanye kekerasan terorganisir yang menargetkan rakyat Palestina, tanah air, dan tempat-tempat suci agama mereka.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu (17/6), Hamas mengatakan serangan pembakaran tersebut mencerminkan ekstremisme dan kebencian yang mendorong kelompok-kelompok pemukim, seraya menekankan bahwa serangan semacam itu hanya akan dibalas dengan keteguhan dan perlawanan yang lebih besar oleh rakyat Palestina.

Gerakan tersebut mengaitkan insiden itu dengan serbuan pemukim yang sedang berlangsung ke kompleks Masjid Al-Aqsa, serta serangan berulang terhadap desa-desa Palestina dan properti sipil di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Hamas berpendapat bahwa tindakan-tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan Israel yang lebih luas yang bertujuan menargetkan warga Palestina, tanah air, dan tempat-tempat suci mereka secara bersamaan. Gerakan tersebut mengatakan perluasan permukiman, upaya aneksasi, dan kebijakan pengusiran pada akhirnya akan gagal di hadapan ketahanan Palestina dan keterikatan mereka pada hak-hak mereka.

Gerakan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa kelompok-kelompok perlawanan di Tepi Barat akan terus menghadapi serangan oleh pasukan Israel dan pemukim serta merespons kejahatan yang terus berlanjut terhadap warga Palestina.

Menurut Hamas, kebijakan represi dan intimidasi Israel tidak akan berhasil mematahkan kehendak rakyat Palestina atau memaksa mereka meninggalkan tanah air. Sebaliknya, hal itu akan memperkuat tekad warga Palestina untuk mempertahankan hak-hak mereka dan melindungi situs-situs keagamaan mereka.

Hamas menyerukan kepada warga Palestina di seluruh Tepi Barat untuk mengintensifkan upaya perlawanan, menghadapi serangan pemukim, dan memperkuat komite perlindungan komunitas lokal di desa-desa dan kota-kota yang menjadi sasaran.

Gerakan tersebut juga mendesak komunitas internasional dan masyarakat di seluruh dunia untuk memikul tanggung jawab mereka dengan mengambil langkah-langkah efektif untuk menghentikan kekerasan pemukim dan menuntut pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas pelanggaran yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/hamas-sebut-pembakaran-masjid-di-ramallah-adalah-teror-terorganisir/