Hamas Kecam Rencana Somaliland Buka kedutaan di Yerusalem yang diduduki
Hamas menyebut langkah itu sebagai “kesalahan politik” dan pelanggaran hukum internasional serta posisi Arab dan Islam yang telah lama dipegang mengenai kota tersebut. Palestinian Information Center melaporkan, Senin (15/6).
Dalam sebuah pernyataan pada Ahad, Hamas mengatakan pembukaan kedutaan di Yerusalem yang diduduki akan menunjukkan pengabaian terhadap status keagamaan, politik, dan hukum kota tersebut.
Mereka memperingatkan konsekuensi serius dari langkah tersebut dan mendesak otoritas Somaliland untuk membatalkannya.
Hamas juga mengutuk kunjungan Abdullahi ke Israel dan pertemuannya dengan para pejabat Israel, mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan dengan pemerintah yang melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap Palestina.
Hamas menyerukan kepada Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan badan-badan terkait lainnya untuk bertindak melawan upaya untuk memecah konsensus yang mendukung hak-hak Palestina dan untuk mencegah normalisasi lebih lanjut dengan Israel sementara serangannya terhadap Palestina terus berlanjut.
Presiden Somaliland tiba di Israel untuk mengambil bagian dalam pembukaan kedutaan yang direncanakan di Yerusalem yang diduduki, sebuah langkah yang telah menuai kritik luas di seluruh dunia Arab dan Muslim.
Media Israel melaporkan kunjungan tersebut mencakup pertemuan dengan pejabat senior Israel, termasuk presiden, menteri luar negeri, dan perdana menteri, serta pejabat ekonomi, di tengah percepatan hubungan antara kedua pihak dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa negara, termasuk Turkiye, Mesir, Qatar, Yordania, dan Pakistan, telah menolak keputusan Somaliland untuk membuka kedutaan di Yerusalem yang diduduki, menegaskan kembali penentangan mereka terhadap langkah-langkah yang mengubah status hukum dan sejarah kota tersebut.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/hamas-kecam-rencana-somaliland-buka-kedutaan-di-yerusalem-yang-diduduki/