Subang, Jalancagak.com

2 dan M 7,5 di Venezuela mengakibatkan bangunan runtuh hingga menimbulkan ribuan korban jiwa. Puluhan negara memberikan bantuan dan petugas penyelamat untuk membantu operasi penyelamatan.

Gempa terjadi di area dekat pesisir Karibia pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS menyebut gempa yang terjadi berdempetan itu sebagai fenomena gempa bumi "doublet" atau gempa kembar.

bandara utama Venezuela rusak, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa. Warga Venezuela mulai dilanda frustrasi dua hari pasca gempa.

termasuk negara bagian La Guaria. Di wilayah itu, warga dan relawan setempat terpaksa membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat dan tidak adanya kehadiran pejabat resmi.

jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat itu mencapai 1.430 orang. Presiden Sementara Venezuela mengatakan sebanyak 24 negara telah mengirimkan bantuan dan 2.741 petugas penyelamat untuk membantu operasi pencarian.

Minggu (28/6/2026), melalui akun Telegram resmi-nya, Rodríguez mengatakan petugas penyelamat tersebut telah terintegrasi dengan tim mereka. Petugas penyelamat bekerja bersama-sama menanggapi keadaan darurat.

Jorge Rodríguez dan saudara dari pelaksana tugas presiden sebelumnya mengatakan ada 21 tim dari negara lain dan 2.242 petugas penyelamat.

Bocah berusia 11 tahun berhasil diselamatkan usai tertimpa reruntuhan tiga hari setelah gempa dahsyat melanda Venezuela. Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan tiap nyawa yang selamat merupakan sumber harapan.

setiap nyawa adalah sumber harapan bagi Venezuela," katanya dalam sebuah unggahan di X, disertai dengan video penyelamatan tersebut dilansir AFP, Minggu (28/6/2026).

Venezuela. Korban tampak tak percaya dan bahagia saat tim penyelamat menyelamatkan nyawanya.

sebuah video yang diunggah oleh Unidad Militar de Emergencias Spanyol, atau Unit Darurat Militer, memperlihatkan korban selamat, Antonio, duduk dan tersenyum setelah ditarik keluar dari reruntuhan, dengan kaki terlebih dahulu. Orang-orang di sekitar Antonio berteriak histeris saat Antonio ditarik ke luar.

"Antonio! Antonio, selamat datang!"

Ia adalah korban kedua yang diselamatkan hidup-hidup oleh tim Spanyol pada hari Sabtu setelah hampir tiga hari terjebak di reruntuhan akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela.

bekerja sama dengan tim penyelamat lainnya, telah berhasil mengakses dan menyelamatkan korban kedua yang terjebak, setelah beberapa jam melakukan pekerjaan pembersihan dan stabilisasi intensif di area yang terdampak," kata tim tersebut di media sosial.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8551225/gotong-royong-dunia-untuk-venezuela