Subang, Jalancagak.com

Jakarta, - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permintaan maaf kepada warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor Sumatera.

Permintaan maaf itu disampaikan ketika mengunjungi warga di Hunian Sementara (Huntara) di Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), Jumat (04/09/2026).

Dia meminta maaf lantaran pemerintah belum membangun hunian tetap (huntap). Dia memastikan pemerintah bertanggung jawab dan segera membangun huntap.

“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan, sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” kata Gibran dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Gibran mengatakan pemerintah harus memastikan warganya bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang nyaman setelah terdampak bencana alam.

“Rumah bukan hanya soal bangunan. Kita harus memastikan warga tinggal dengan aman, fasilitas dasarnya berfungsi, memiliki kepastian tempat tinggal, dan bisa kembali menjalankan kehidupan dengan baik,” jelas dia.

Dia mengungkapkan bahwa pembangunan huntap di Sumut akan mulai dilakukan pada bulan ini. Gibran juga meminta pemerintah segera menindaklanjuti setiap keluhan warga korban bencana.

“Karena merupakan tanggung jawab pemerintah memastikan kendala masyarakat selama masa pemulihan bisa tertangani,” jelas Gibran.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengungkapkan ada 1.002 unit huntap yang sudah dibangun.

“Tadi sudah saya paparkan di (Pulau) Sumatera, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, itu sudah 1.002 (huntap) yang sudah selesai per hari ini,” kata Ara saat rapat dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Adapun target huntap yang akan dibangun di tiga provinsi itu yaitu sebanyak 25.606 unit. Di tahun 2026, target huntap yang dibangun adalah sebanyak 7.952 unit. Sedangkan, pembangunan pada 2027 ditargetkan mencapai 17.654 unit.

Di sisi lain, Ara mengatakan bahwa 1.002 unit huntap yang selesai dibangun bukan berasal dari APBN, melainkan hasil dana gotong royong dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Ini juga dari dana gotong royong,” kata Ara. (saa/muu)

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/464908-gibran-minta-maaf-ke-warga-sumut-hunian-tetap-korban-banjir-bandang-belum-dibangun