Subang, Jalancagak.com FIFA dilaporkan tengah mempertimbangkan penyelenggaraan pertandingan sepak bola antara tim nasional U-15 Palestina dan Israel menjelang festival sepak bola remaja global di Amerika Serikat pada September mendatang.

Rencana yang disebut diajukan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino diprediksi akan memicu gelombang kecaman dari pejabat dan pegiat sepak bola Palestina yang selama bertahun-tahun menyerukan penangguhan Israel dari kompetisi internasional.

Infantino, yang selama ini menjadi sasaran kritik tajam atas penanganannya terhadap Israel di kancah sepak bola internasional, kembali mengusulkan inisiatif yang dinilai banyak pihak sebagai upaya mempromosikan sepak bola sebagai “alat dialog dan koeksistensi”.

Namun, langkah ini dianggap mengabaikan fakta pahit di lapangan, yaitu perang genosida Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir tiga tahun, menewaskan ratusan pesepakbola dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur olahraga di wilayah tersebut.

Festival pemuda FIFA yang direncanakan akan mempertemukan anak laki-laki dan perempuan dari seluruh 211 asosiasi anggota, termasuk Rusia, yang masih dilarang dari kompetisi senior akibat invasi ke Ukraina. Kehadiran Rusia di festival ini menambah ironi, mengingat FIFA dikenal tegas terhadap pelanggaran aturan di satu sisi, namun dinilai lunak terhadap Israel di sisi lain.

The New Arab melaporkan pada Selasa (16/6), bahwa Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) belum memberikan komentar resmi terkait proposal ini. Namun, sebelumnya PFA telah berulang kali mendesak FIFA untuk menangguhkan Israel dari kompetisi internasional dengan alasan pelanggaran hukum internasional, serangan terhadap atlet dan fasilitas olahraga Palestina, serta partisipasi klub-klub Israel yang berbasis di permukiman ilegal di Tepi Barat.

Dalam Kongres FIFA di Vancouver pada April lalu, Presiden PFA Jibril Rajoub dengan tegas menolak kesempatan berfoto bersama pejabat sepak bola Israel.

“Kami tertindas,” ujarnya singkat, mewakili sikap tegas federasi Palestina terhadap normalisasi olahraga dengan Israel di tengah genosida yang masih berlangsung.

467 Pesepakbola Tewas, Stadion Hancur Lebur

Sejak perang genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 467 pesepakbola telah tewas. Ratusan fasilitas olahraga rusak atau hancur total.

Di antara korban adalah legenda sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dikenal sebagai “Pele Palestina,” ditembak mati di Khan Younis pada Agustus 2025 saat sedang menunggu bantuan kemanusiaan. Kematiannya memicu kecaman internasional dan seruan baru agar FIFA mengambil tindakan tegas terhadap Israel.

Secara keseluruhan, sedikitnya 949 atlet telah gugur sejak Oktober 2023, sementara puluhan lainnya ditahan atau masih hilang.

Sepak bola di wilayah Palestina juga hampir lumpuh total, liga terhenti, program pelatihan bubar, dan karir para pemain terputus di tengah jalan.

Banyak pesepakbola Palestina yang kini tidak tahu apakah mereka masih memiliki masa depan di olahraga yang mereka cintai.

Infantino berulang kali membela posisi FIFA dengan dalih bahwa badan sepak bola global tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, dan bahwa olahraga seharusnya menjadi alat pemersatu. Namun, kritik tajam datang karena FIFA dinilai menerapkan standar ganda. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, FIFA dengan cepat menjatuhkan sanksi berat kepada Rusia. Sementara terhadap Israel, yang telah melanggar berbagai aturan dan hukum internasional, FIFA memilih untuk tetap diam.

Banyak pihak menilai bahwa pertandingan simbolis antara pemuda Palestina dan Israel di tengah reruntuhan Gaza adalah bentuk ketidakpekaan dan pengabaian terhadap penderitaan nyata rakyat Palestina.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/fifa-rencanakan-laga-sepakbola-pemuda-palestina-vs-israel-picu-kecaman/