Ronen Bar, menggugat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Gugatan itu terkait dugaan pencemaran nama baik.

gugatan diajukan pada Rabu, (14/10) beberapa minggu menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober, di tengah perdebatan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

yang menjadi hari paling mematikan dalam sejarah Israel. Berdasarkan jajak pendapat, Netanyahu juga tengah menghadapi persaingan ketat untuk mempertahankan kekuasaannya dalam pemilu mendatang.

Netanyahu memosisikan dirinya sebagai penjamin keamanan Israel. Ia bersikeras bahwa serangan Hamas sebenarnya dapat dicegah jika Ronen Bar atau para pemimpin militer menelepon untuk membangunkannya pada dini hari saat serangan berlangsung.

Bar menuduh Netanyahu "berbohong demi melindungi diri sendiri". Ia juga menyebut tuduhan yang menyatakan dirinya melakukan "kegagalan kriminal" terkait serangan tersebut sebagai fitnah.

dia menyatakan Netanyahu melontarkan tuduhan terhadap Bar yang ia ketahui tidak benar, dengan tujuan mengalihkan perdebatan dari tanggung jawabnya sendiri atas peristiwa 7 Oktober.

dokumen gugatan menyebut kebijakan Netanyahu selama beberapa tahun justru telah meningkatkan bahaya yang ditimbulkan oleh organisasi teroris di Gaza.

ia mengakui bahwa seluruh sistem runtuh di dalam badan keamanan tersebut dan Shin Bet gagal membunyikan tanda bahaya.

Bar menyatakan pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kepala organisasi. Ia juga bersikeras telah memperingatkan Netanyahu sebelum 7 Oktober mengenai potensi ancaman yang berkaitan dengan Hamas.

Bar menuntut ganti rugi sebesar 3 juta shekel atau sekitar US$ 968.500 (Rp 17,38 miliar) dari Netanyahu.

ia mengaku tidak memiliki nomor telepon langsung Netanyahu.

Netanyahu mempertanyakan alasan Bar tidak menghubunginya secara langsung. Dalam pernyataan yang dirilis partainya, Likud, Netanyahu mengatakan mempertanyakan keseriusan gugatan tersebut.

apakah Anda serius?" tanya Netanyahu.

sebagaimana yang dilakukan oleh semua kepala badan keamanan," ucapnya.

"Berapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan seandainya saja Anda menelepon tepat waktu?" tanyanya.

termasuk sebuah festival musik.

serangan tersebut menewaskan 1.221 orang. Para militan juga membawa 251 orang sebagai sandera ke Gaza, dengan 44 di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.

yang berada di bawah kendali Hamas, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 74.300 orang. Meski kementerian tersebut beroperasi di bawah kendali Hamas, data yang dirilisnya secara umum dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).