Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka), Eko Yuliarti Siroj, menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas berbagai bencana yang terjadi belakangan ini, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Ia mendesak pemerintah bergerak cepat dan sigap untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan keluarga terdampak.

“Bipeka DPP PKS menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana. Kami turut mendoakan agar para korban mendapatkan pertolongan terbaik, keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta diberi kekuatan, dan seluruh masyarakat terdampak senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT,” ujar Eko di Jakarta, Ahad (6/9/2026).

Menurut Eko, keluarga merupakan unit sosial yang sangat terdampak ketika bencana terjadi. Karena itu, kebutuhan dan keberlangsungan fungsi keluarga harus menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.

“Penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada evakuasi dan pemulihan infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama bagi perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta kelompok rentan lainnya, sejak masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan pemulihan,” jelasnya.

Doktor Ilmu Keluarga tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata agar keluarga terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah. Pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal yang aman dan layak, layanan kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, keberlanjutan pendidikan, serta pendampingan psikososial harus ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Bencana bukan hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga dapat meninggalkan kehilangan, kecemasan, dan trauma yang mendalam. Karena itu, proses pemulihan harus memperhatikan ketahanan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual keluarga,” katanya.

Eko juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana, termasuk melalui peningkatan keandalan sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan berbasis keluarga dan komunitas, ketersediaan jalur serta tempat evakuasi, dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, tenaga kesehatan, relawan, serta berbagai unsur masyarakat.

“Perlindungan keluarga harus menjadi bagian penting dalam seluruh kebijakan penanggulangan bencana. Negara harus memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah rawan dan terdampak bencana,” tegas Eko.

Pada saat yang sama, Eko mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan empati dan memperkuat solidaritas sosial. Masyarakat dapat membantu sesuai kemampuan, baik melalui doa, donasi melalui lembaga terpercaya, dukungan kepada relawan, maupun bantuan langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan para korban.

“Mari kita sisihkan sejenak perhatian kita untuk merasakan kesulitan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Jangan membagikan informasi yang belum terverifikasi, jangan mengeksploitasi kesedihan korban, dan mari menjaga martabat mereka. Kepedulian sekecil apa pun akan sangat berarti apabila disalurkan secara tepat dan dilakukan dengan tulus,” tuturnya.

Eko menambahkan bahwa bencana merupakan ujian kemanusiaan yang harus dihadapi dengan kebersamaan. Pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan seluruh warga perlu bergotong royong agar keluarga terdampak dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupannya.

“Dalam situasi bencana, kita tidak boleh membiarkan satu pun keluarga berjuang sendirian. Kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan bangsa kita. Mari hadir, saling menguatkan, dan memastikan saudara-saudara kita yang terdampak merasakan bahwa Indonesia membersamai mereka,” pungkas Eko.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/duka-untuk-korban-bencana-pks-desak-pemerintah-sigap-melindungi-keluarga