Dokumentasikan Kejahatan Israel, Fotografer Gaza Raih Penghargaan Dunia
Seperti dikutip dari Palinfo, Ahad (14/6), penghargaan internasional bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas jasa mereka yang mendokumentasikan babak demi babak perang genosida Israel yang masih berlangsung.
Mereka mempertaruhkan nyawa untuk menyampaikan kebenaran kepada dunia di tengah upaya sistematis Israel yang mencegah jurnalis asing masuk ke Gaza.
Kota pelabuhan Marseille di selatan Prancis menjadi tuan rumah upacara penganugerahan pada 1 Juni lalu, di sela-sela Kongres Media Berita Dunia ke-77.
Jurnalis Palestina mewakili rekan-rekan heroik mereka di lapangan. Fotografer Mohammed Salem (Reuters), Fatima Shbair (Associated Press), dan Mohammed Al-Baba (Agence France-Presse) terpilih untuk menerima penghargaan atas nama semua rekan sejawat yang berjuang dengan pena dan kamera.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, fotografer Palestina Mohammed Al-Baba yang menghabiskan tujuh bulan mendokumentasikan pembantaian di Gaza sebelum meninggalkan Jalur Gaza tersebut, menekankan bahwa penghargaan ini memiliki makna kemanusiaan dan profesional yang sangat besar.
Al-Baba mengatakan dengan nada penuh kebanggaan sekaligus duka.
“Penghargaan ini sama sekali tidak khusus untuk fotografer yang masih hidup. Penghargaan ini untuk semua orang. Termasuk jurnalis yang gugur sebagai syahid, yang terluka, yang ditahan, yang hilang, dan yang masih berada di Gaza. Merekalah ujung tombaknya,” katanya.
Al-Baba menambahkan, dampak historis dari lensa mereka yang telah mengguncang opini publik global.
“Seandainya tidak ada foto-foto dan video-video ini, perubahan di dunia tidak akan terjadi. Karya-karya ini berkontribusi dalam mengubah cara pandang dunia dan mentalitas jurnalistik global,” katanya.
Penghargaan ini datang pada saat Asosiasi Penerbit Surat Kabar Dunia menyebut jurnalis Gaza sebagai korban konflik sekaligus sejarawan dari perang yang berkecamuk di sekitar mereka.
Laporan dari Reporters Without Borders (RSF) menegaskan besarnya harga yang telah dibayar oleh tubuh pers Palestina. Lebih dari 260 jurnalis telah gugur sebagai syahid akibat tembakan tentara pendudukan Israel sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/dokumentasikan-kejahatan-israel-fotografer-gaza-raih-penghargaan-dunia/