Dinkes Jabar Minta Makanan MBG Diuji Sebelum Dibagikan, Sampel Disimpan 24 Jam
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
BANDUNG — Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menguji makanan Makan Bergizi Gratis sebelum dibagikan serta menyimpan sampel harian selama 24 jam. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menjaga mutu makanan bagi pelajar dan kelompok rentan.
Fungsional Sanitarian Dinkes Jabar Zacky Rachman menjelaskan di Bandung, Jumat (16/10/2026), bahwa pengujian organoleptik mencakup pemeriksaan rasa, aroma, dan kematangan. Sampel yang disimpan menjadi rujukan jika diperlukan pengujian lanjutan.
Prosedur harian itu tetap harus dijalankan meskipun dapur telah menjalani pemeriksaan untuk memperoleh Sertifikat Laik Sehat Hygiene Sanitasi. Dengan demikian, sertifikat bukan pengganti pemeriksaan makanan setiap kali akan didistribusikan.
Setelah sertifikat terbit, sanitarian puskesmas melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan setiap bulan selama enam bulan pertama. Pengawasan kemudian dilanjutkan melalui inspeksi berkala sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan.
Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan provinsi serta kabupaten/kota juga menyediakan pelatihan higienitas secara daring bagi penjamah makanan. Zacky menekankan konsistensi pelaksanaan prosedur di setiap dapur untuk menjaga kualitas hidangan.
Kontributor : Abu Haninas dan Tim Redaksi