Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Dialog Tujuh Benua bertema “Diplomasi Bebas Aktif Indonesia dalam Dinamika Isu Palestina”, Jumat (29/8/2026).

Dialog yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 18.30–21.30 WIB ini digelar di tengah berlanjutnya penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Forum tersebut membedah bagaimana politik luar negeri bebas aktif Indonesia dapat terus diterjemahkan menjadi langkah diplomatik yang nyata. Terutama untuk mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kemanusiaan, serta pemenuhan hak kemerdekaan bangsa Palestina.

Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS Muhammad Arfian, M.B.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya diplomasi Indonesia yang tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan kepentingan kemanusiaan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam dialog adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Keterlibatan tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam oleh Presiden Republik Indonesia pada Januari 2026 serta partisipasi Indonesia dalam pertemuan perdana BoP pada Februari 2026.

Forum mengkaji secara kritis ruang dan tanggung jawab strategis Indonesia dalam forum tersebut. Keterlibatan itu dinilai perlu tetap selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, hukum internasional, solusi dua negara, kepentingan rakyat Palestina, serta amanat Pembukaan UUD 1945.

Pembukaan UUD 1945 secara tegas mengamanatkan Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, termasuk menghapuskan segala bentuk penjajahan.

Peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia turut memberikan makna khusus bagi penyelenggaraan dialog. Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dipandang sebagai warisan sejarah, tetapi juga amanah moral untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih berada dalam situasi penjajahan.

Dalam perspektif Islam rahmatan lil 'alamin, keberpihakan kepada Palestina juga dipandang sebagai bagian dari ikhtiar menegakkan keadilan, menjaga martabat manusia, dan mendorong terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.

Dialog menghadirkan Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI, serta Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D., akademisi Hubungan Internasional Universitas Indonesia.

Diskusi dimoderatori oleh Dr. R. Agoeng Wibowo, Dipl.-Ing., M.Sc. ME, dan dipandu oleh Tholhah sebagai pembawa acara.

Dialog Tujuh Benua diarahkan untuk menganalisis relevansi serta pelaksanaan prinsip diplomasi bebas aktif Indonesia dalam dinamika global. Forum juga membahas konsistensi dukungan diplomatik Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman publik dan pemangku kepentingan mengenai posisi Indonesia serta respons global terhadap perkembangan di Palestina.

Forum juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, adaptif, dan dapat ditindaklanjuti.

Melalui Dialog Tujuh Benua, DPP PKS meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog yang berilmu, objektif, dan berorientasi pada solusi.

Ikhtiar tersebut diharapkan menjadi bagian dari amal kebangsaan dan kemanusiaan. Sekaligus memperkuat langkah Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kemerdekaan Palestina.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/dialog-tujuh-benua-pks-bedah-diplomasi-bebas-aktif-indonesia-untuk-palestina