Di Tengah Luka Perang, Warga Gaza Temukan Harapan Lewat Terapi Virtual Reality
Program tersebut dikomandoi oleh Gaza Medical Technology. Metode ini digunakan untuk membantu mengurangi beban trauma psikologis yang dialami anak-anak maupun orang dewasa akibat situasi perang. Wafa melaporkan, Jumat (19/6).
Melalui perangkat VR, para peserta terapi diajak memasuki lingkungan virtual yang dirancang menyerupai suasana aman dan menenangkan.
Pengalaman imersif ini memberi ruang bagi mereka untuk sejenak menjauh dari realitas keras kehidupan sehari-hari di Gaza yang masih dibayangi ketidakstabilan dan keterbatasan akses layanan dasar.
Program ini dijalankan oleh tim relawan kesehatan mental dan tenaga medis lokal dengan fasilitas yang terbatas, namun berupaya memaksimalkan pendekatan inovatif dalam penanganan trauma. Sesi terapi biasanya disertai pendampingan psikologis agar proses pemulihan berjalan lebih terarah dan aman bagi para peserta.
Banyak peserta terapi diketahui mengalami dampak psikologis berat, mulai dari kehilangan anggota keluarga, rumah, hingga rasa takut berkepanjangan akibat situasi konflik.
Dalam kondisi tersebut, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang dialami warga.
Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa penggunaan virtual reality dalam terapi kesehatan mental dapat membantu pasien dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD) melalui simulasi lingkungan yang terkontrol.
Metode ini memungkinkan pasien secara bertahap menghadapi dan mengelola kembali pengalaman traumatis dalam ruang yang lebih aman.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa teknologi ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan tenaga profesional kesehatan mental. Di tengah situasi kemanusiaan yang sulit di Gaza, inovasi ini menjadi salah satu upaya kecil yang menghadirkan harapan besar bagi pemulihan psikologis warga yang terdampak konflik berkepanjangan.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/di-tengah-luka-perang-warga-gaza-temukan-harapan-lewat-terapi-virtual-reality/