Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah Indonesia menempatkan masalah lingkungan sebagai isu penting. Jumhur menegaskan persoalan mengenai perubahan lingkungan bukan sebatas agenda pinggiran.
India, Selasa (18/8/2026). Pertemuan ini diikuti 10 dari 11 negara anggota BRICS.
Kehutanan, dan Perubahan Iklim India Shri Bhupender Yadav. Pernyataan selanjutnya kemudian dilakukan oleh Jumhur Hidayat.
Jumhur menengarai sekaligus prihatin ada negara maju dengan kekuatan ekonomi besar memilih mundur dari tanggung jawab kolektif mengatasi polusi dan perubahan iklim. Sementara di saat yang sama bobot ekonomi mereka terus menyumbang sebagian besar emisi global.
kata Jumhur, membuat pemerintah tidak memandang remeh isu tersebut.
bagi Indonesia, adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran," kata Jumhur.
cara kita mengelola sumber daya alam, membentuk lanskap, mencegah degradasi lingkungan, dan membangun ketahanan pada akhirnya akan membentuk keberlanjutan pembangunan kita.
baik darat maupun laut, sebagai fondasi bagi ekosistem yang sehat, ketahanan iklim, dan pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.
dengan lebih dari 300 ribu spesies yang diketahui, termasuk 9,7% tumbuhan berbunga di dunia, 14% mamalia, 18,6% burung, dan ekosistem laut Indonesia, yang terletak di jantung Segitiga Karang.
16% spesies ikan laut global, 10% spesies karang dunia, dan beberapa konsentrasi reptil dan mamalia laut tertinggi. Keanekaragaman hayati yang luar biasa ini mendukung jasa ekosistem yang penting untuk mitigasi iklim, adaptasi, dan ketahanan jutaan mata pencaharian.
Jumhur memperkenalkan tiga model tradisional yang sukses dari Indonesia, yakni sistem irigasi Subak di Bali yang mengintegrasikan pengelolaan air, kerja sama masyarakat, dan praktik spiritual. Juga Sasi Lompa di Maluku, sistem tradisional untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan, serta Awig-awig, sistem hukum adat yang digerakkan oleh masyarakat di Bali.
tetapi juga alat yang ampuh untuk adaptasi dan ketahanan iklim, khususnya dengan memperkuat pendekatan berbasis masyarakat untuk mengelola air, ekosistem, dan sumber daya alam dalam menghadapi dampak iklim," pungkas Jumhur.
Lihat juga Video: Prabowo Ajak Negara BRICS Saling Pererat Kerja Sama
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8624656/di-forum-anggota-brics-menteri-lh-tegaskan-isu-iklim-bukan-agenda-pinggiran