Subang, Jalancagak.com

Jaksa KPK menampilkan percakapan atau chat via WhatsApp (WA) antara dua terdakwa kasus suap importasi barang pada Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan. Chat tersebut berisi peringatan agar berhati-hati.

Orlando dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Rizal dan Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai. Jaksa menampilkan chat WA pada ponsel Rizal dengan Orlando tentang voice call kemudian missed call pada 22 Januari 2026.

Pak, suruh, suruh hati-hati saya, Pak," kata Orlando.

kaitan hati-hati sebelum nanti kami konekin komunikasi saksi dengan Pak Sisprian. Apa? Hati-hati apa ini? Lagi dipantau?" tanya jaksa KPK M Takdir Suhan.

dipantau oleh siapa? KPK?" tanya jaksa.

Orlando mengatakan peringatan agar berhati-hati disampaikan beberapa kali termasuk saat komunikasi dengan Sisprian sebelum mereka kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Orlando mengatakan pesan hati-hati itu terkait penerimaan uang dari pengusaha impor dalam perkara ini.

soalnya kalau yang nanti komunikasi kami tampilkan dengan Pak Sisprian, itu kan komunikasinya H-1 atau H-2 sebelum OTT, di tanggal 4, di tanggal 3 atau tanggal 2 Februari itu, ada pesan WA saksi dengan Pak Sis, 'Hati-hati, Coy. Kita lagi dipantau'," ujar jaksa.

tiga pejabat Bea Cukai Kemenkeu didakwa menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp 78,8 miliar. Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk mata uang rupiah dan asing.

Jumat (3/7). Tiga pejabat Bea Cukai tersebut ialah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, serta Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8662246/chat-wa-terdakwa-kasus-bea-cukai-ke-rekan-sebelum-kena-ott-kpk-hati-hati-coy