Bulog Cabang Bandung mencatat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 11.723 ton hingga awal Oktober 2026. Jumlah itu merupakan akumulasi distribusi sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bandung Raya.

Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto menyampaikan capaian tersebut di Bandung, Selasa (13/10/2026). Ia mengatakan distribusi terus didorong melalui berbagai saluran penjualan.

Warga dapat mencari beras SPHP melalui ritel modern, pengecer, pasar, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Yanto menyebut harganya Rp12.500 per kilogram. Bulog juga bekerja sama dengan Perumda Pasar di Bandung Raya untuk memperluas jangkauan pasokan.

Untuk menyesuaikan kebutuhan penjualan masyarakat, Bulog secara berkala mengemas ulang beras dari kemasan 50 kilogram menjadi kemasan lima kilogram. Yanto menyatakan stok disiapkan mengikuti kebutuhan penjualan.

Bulog turut mengawasi pedagang penyalur. Menurut Yanto, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi dapat dikenai sanksi hingga pencabutan status penyalur. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian panik karena stok SPHP dinyatakan aman.