British Museum Hapus Kata Palestina Usai Didesak Aktivis Pro-Israel
Husam Zomlot, memberikan reaksi keras dengan memperingatkan bahwa "menghapus sejarah adalah langkah awal untuk menghapus masa depan".
seperti dilansir Middle East Eye, Jumat (3/7/2026), juga menghapus kata "pendudukan Israel" dari materi pamerannya. Langkah tersebut diyakini sebagai respons langsung terhadap lobi yang dilakukan para aktivis dan pendukung Israel, yang berlangsung selama berbulan-bulan sepanjang tahun 2024 lalu.
The Telegraph, pada awal tahun ini melaporkan bahwa UK Lawyers for Israel (UKLFI) -- organisasi kampanye pro-Israel -- telah sukses melobi penghapusan kata "Palestina" dari materi pameran di British Museum.
meskipun sempat berdalih bahwa pihaknya telah melakukan "pengujian terhadap pengunjung" yang menunjukkan istilah "Palestina" dianggap "tidak lagi bermakna".
Laporan penyelidikan yang dilakukan oleh Middle East Eye (MEE) mengungkapkan informasi terbaru yang mengonfirmasi bahwa tidak ada pengujian semacam itu yang pernah dilakukan oleh British Museum. Tidak ada juga riset pengunjung yang berkaitan dengan istilah "Palestina".
Respons beragam dan saling bertentangan yang diberikan British Museum tampaknya mengaburkan cakupan sebenarnya dari perubahan yang telah dilakukan.
menurut laporan MEE, perubahan pada materi pameran yang mencakup periode sejarah lebih dari 2.000 tahun yang lalu itu dilakukan setelah adanya keluhan, baik secara pribadi maupun terbuka, dari berbagai organisasi dan tokoh terkemuka yang mendukung Israel pada periode Oktober hingga Desember 2024.
di mana MEE menganalisis dua kumpulan surel internal yang telah disunting secara ekstensif dan mencocokkannya dengan berbagai keluhan online untuk mengidentifikasi sejumlah aktivis dan tokoh publik yang melobi British Museum.
sejarawan terkemuka, dan Board of Deputies pada British Jews -- organisasi komunitas Yahudi pro-Israel yang baru-baru ini menjalin kerja sama dengan British Museum untuk acara peringatan Bulan Budaya Yahudi.
dan perubahan pun disepakati oleh pihak museum, selama lebih dari 14 bulan sebelum ada intervensi yang disorot luas oleh UKLFI pada awal tahun ini.
British Museum Bantah Hapus Kata 'Palestina'
British Museum mengatakan kepada MEE bahwa asumsi pihaknya telah menghapus kata "Palestina" dari materi pameran adalah "sama sekali tidak benar". Namun pihak museum menolak untuk memberikan jawaban substansif mengenai temuan terbaru MEE atau menjawab pernyataan terperinci yang diajukan.
Mereka juga kembali merujuk pada pernyataan pers yang dirilis Februari lalu.
baik yang menampilkan koleksi kontemporer maupun historis," kata juru bicara British Museum kepada MEE.
Dubes Palestina Kecam Langkah British Museum
yang merupakan Duta Besar Palestina untuk Inggris, mengecam British Museum dengan menyebut penghapusan penyebutan Palestina dalam materi pameran menjadi masalah yang "sangat krusial bagi eksistensi kami". Zomlot menilai bantahan yang disampaikan British Museum "tidak masuk akal".
baik era kuno maupun modern, meskipun ada pengakuan resmi dari pemerintah Inggris," ujarnya.
terutama mengingat genosida yang sedang berlangsung," kata Zomlot memperingatkan.
British Museum mengkhianati komitmen mereka terhadap sejarah dan membiarkan diri mereka dimanfaatkan untuk tujuan politik," tegasnya.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8558465/british-museum-hapus-kata-palestina-usai-didesak-aktivis-pro-israel