Subang, Jalancagak.com

Jakarta, - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyiapkan 21 program untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan seluruh program tersebut akan dijalankan apabila anggaran pengawasan MBG untuk 2027 telah ditetapkan sebagai anggaran definitif.

"Kami telah membuat kurang lebih 21 program yang telah kami akan usulkan, akan jalankan seandainya ini disetujui sampai menjadi anggaran definitif," ujar Taruna dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Minggu (13/9/2026).

Taruna menjelaskan BPOM memiliki tanggung jawab mengawasi pelaksanaan MBG dari tahap awal hingga penanganan atau mitigasi ketika terjadi kejadian luar biasa, termasuk kasus keracunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Taruna untuk menjawab keraguan anggota Komisi IX DPR RI mengenai kemampuan BPOM dalam mencegah keracunan pada program MBG.

Menurut Taruna, salah satu aspek yang perlu dibenahi adalah proses distribusi dan penyajian makanan. Ia mencontohkan kasus keracunan yang terjadi di Sidoarjo.

Dalam kasus tersebut, makanan disebut telah dimasak dan disiapkan sejak pukul 01.00 malam. Makanan baru didistribusikan sekitar pukul 12.00 siang. Artinya, makanan sudah berada dalam kondisi siap santap selama hampir 11 jam sebelum diberikan kepada penerima MBG.

"Berarti kurang lebih hampir 11 jam. Sementara timeline dalam kami mendidik para SPBG dan SPBI itu, itu jangan lewat 4 jam," kata Taruna.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi indikasi bahwa prosedur distribusi dan penyajian makanan belum diterapkan secara optimal.

"Oleh karena itu, belajar dari kasus ini, jika anggaran itu ditetapkan nantinya, maka kami akan melakukan lebih intensif lagi," jelasnya.

Taruna optimistis penguatan pengawasan dapat mencegah kasus keracunan atau setidaknya mengurangi jumlah kejadiannya dalam program MBG.

Keyakinan tersebut didukung rencana anggaran pengawasan MBG untuk BPOM yang mencapai Rp509 miliar pada 2027.

"Karena harus disadari bahwa tahun ini kami belum efektif menjalankan karena cuma Rp 2,9 miliar untuk tahun ini dianggarkan untuk MBG, sehingga itu tidak efektif. Nah, harapannya itu bisa efektif," ucap Taruna.

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/466798-bpom-siapkan-21-program-cegah-keracunan-mbg-anggaran-pengawasan-2027-capai-rp509-miliar