BP Tapera mencatat penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui FLPP mencapai 180.600 unit sepanjang 2026 hingga 14 Oktober. Lembaga itu menargetkan penyaluran 350.000 unit pada tahun ini.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Jika digabung dengan realisasi 2025 sebanyak 278.868 unit, total penyaluran mencapai 459.468 unit.

Untuk mempercepat capaian hingga Desember, BP Tapera menggandeng pengembang dalam penyediaan hunian. Sekitar 39.000 unit telah diidentifikasi sebagai potensi pendukung, meliputi rumah siap huni maupun yang masih dibangun.

Pemasaran difokuskan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi berdasarkan penyaluran sebelumnya, tetapi penyerapannya masih perlu ditingkatkan.

FLPP membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah melalui kredit bersubsidi. Aksesnya mencakup pekerja formal maupun informal yang memenuhi persyaratan; status pekerja lepas atau buruh harian bukan dengan sendirinya menutup peluang mengikuti skema ini.