BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumbar
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca dan dinamika atmosfer yang berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan analisis sinoptik BMKG, angin di kawasan perairan Sumatera Barat secara dominan bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan gelombang laut di sejumlah wilayah perairan.
Selain itu, cuaca di perairan Sumatera Barat secara umum diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir. Kondisi ini berisiko mengurangi jarak pandang dan meningkatkan potensi gangguan keselamatan pelayaran.
BMKG membagi potensi gelombang laut ke dalam dua kategori kewaspadaan. Untuk kategori gelombang sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter, potensi terjadi di Perairan Padang–Padang Pariaman, Perairan Agam–Pasaman Barat, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Pagai, serta Perairan Barat Pagai.
Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Pagai, dan Perairan Barat Sipora. Wilayah-wilayah tersebut menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus dari para pengguna jasa transportasi laut maupun nelayan tradisional.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi dapat membahayakan aktivitas pelayaran jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh pihak yang beraktivitas di laut diminta untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum berlayar.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko mengalami gangguan operasional saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara itu, kapal ferry dinilai berada dalam kondisi berisiko tinggi apabila beroperasi pada saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas kapal serta keselamatan penumpang dan awak kapal.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak gelombang tinggi, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar pantai dan kawasan pelabuhan.
Masyarakat, nelayan, operator kapal, serta instansi terkait diharapkan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko kecelakaan laut dan dampak cuaca ekstrem.
Dengan masih berpotensinya hujan disertai petir dan peningkatan gelombang laut hingga beberapa hari ke depan, BMKG menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut maupun di wilayah pesisir Sumatera Barat.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/bmkg-peringatkan-gelombang-tinggi-4-meter-di-perairan-sumbar/