Subang, Jalancagak.com

KOTA BHARU — Bidang Kepemudaan DPP PKS mulai memperluas proses pembelajaran pengelolaan kepemudaan dengan mempelajari pengalaman organisasi dan gerakan kepemudaan dari berbagai negara.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui kunjungan Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan Aang Kunaifi bersama Sekretaris Bidang Kepemudaan Henda Yusamtha ke Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, Kamis (10/9/2026).

Keduanya memenuhi undangan Dewan Pemuda PAS Malaysia untuk menghadiri Muktamar ke-67 sekaligus bersilaturahmi dan mempelajari pengalaman pengelolaan kepemudaan yang dilakukan di Malaysia.

Aang mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Bidang Kepemudaan DPP PKS untuk terus memperluas referensi dalam mengembangkan kebijakan dan program kepemudaan.

“Selain memenuhi undangan dan memperkuat silaturahmi, kami ingin belajar. Kami ingin melihat pengalaman organisasi kepemudaan di negara lain, bagaimana mereka melakukan kaderisasi, membangun partisipasi anak muda, mengembangkan organisasi, serta merespons perubahan yang terjadi pada generasi muda,” ujar Aang.

Menurutnya, Malaysia menjadi salah satu negara yang dikunjungi dalam proses tersebut. Ke depan, Bidang Kepemudaan DPP PKS juga merencanakan kunjungan dan proses pembelajaran ke sejumlah negara lain.

“Kita ingin memperluas referensi. Malaysia salah satunya. Ke depan, insya Allah kita juga ingin belajar dari beberapa negara lain yang memiliki pengalaman menarik dalam pengelolaan kepemudaan,” katanya.

Aang menjelaskan, agenda tersebut merupakan bagian dari penerapan konsep Dynamic Governance, khususnya pola pikir thinking across.

Thinking across mendorong organisasi untuk tidak hanya belajar dari pengalaman sendiri, tetapi juga melihat pengalaman pihak lain, membandingkan berbagai pendekatan, dan mengambil pelajaran yang relevan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

“Organisasi tidak boleh merasa bahwa semua jawaban harus ditemukan dari dalam dirinya sendiri. Ada banyak pengalaman baik di luar yang bisa kita pelajari. Kita lihat, kita dengarkan, kita bandingkan, kemudian kita ambil pelajaran yang relevan untuk konteks kita,” jelasnya.

Namun, menurut Aang, thinking across bukan pola pikir yang berdiri sendiri. Sebelumnya, Bidang Kepemudaan DPP PKS juga terus mengembangkan dua pola pikir lain dalam Dynamic Governance, yaitu thinking ahead dan thinking again.

Aang berharap tiga pola pikir tersebut—thinking ahead, thinking again, dan thinking across—dapat semakin memperkuat kemampuan Bidang Kepemudaan DPP PKS dalam merumuskan strategi kepemudaan yang adaptif dan relevan.

“Anak muda terus berubah, lingkungan strategis juga terus berubah. Maka organisasi kepemudaan harus menjadi organisasi yang terus belajar. Kita membaca masa depan, mengevaluasi diri, dan belajar dari pengalaman banyak pihak,” pungkas Aang.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/bidang-kepemudaan-pks-belajar-pengelolaan-kepemudaan-dari-berbagai-negara