Subang, Jalancagak.com

Jakarta, - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lembaga tersebut memastikan terus mengawal proses penanganan terhadap para siswa yang terdampak setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan BGN, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan medis akibat insiden tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 siswa masih menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara 312 siswa telah diperbolehkan pulang. Selain itu, terdapat 120 siswa yang masih berada dalam tahap observasi.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang masih menjalani perawatan mendapatkan penanganan yang optimal hingga pulih.

Menurutnya, BGN akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang masih dirawat.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Ketut menegaskan BGN memberikan perhatian serius terhadap kondisi para siswa yang terdampak dan memastikan seluruh proses penanganan kesehatan terus berjalan.

Dalam proses penanganan insiden tersebut, BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta berbagai pihak terkait lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan secara menyeluruh dan sesuai kebutuhan para siswa yang terdampak.

Selain itu, BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada para siswa dan keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama proses perawatan.

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.

Menurutnya, dukungan terhadap siswa dan keluarga menjadi bagian penting dalam penanganan insiden tersebut.

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/464465-bgn-fokus-selamatkan-korban-keracunan-mbg-sidoarjo-80-siswa-masih-dirawat-di-rumah-sakit