!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Serangan udara Israel telah menewaskan tujuh orang dan melukai tiga lainnya di Lebanon selatan, menurut media pemerintah, ketika Israel meningkatkan serangan di beberapa kota dan desa dalam semalam.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mengatakan serangan itu menghantam sebuah rumah di pinggiran Ansar, di distrik Nabatieh, Sabtu pagi, menghancurkan bangunan tersebut.
Tim darurat dari Asosiasi Pramuka Pesan Islam, Otoritas Kesehatan Islam, dan Pertahanan Sipil Lebanon sedang berupaya menghilangkan puing-puing dan memindahkan korban tewas dan terluka ke rumah sakit di Nabatieh, kata badan tersebut.
Ini adalah serangan Israel paling mematikan yang dilaporkan di Lebanon sejak perjanjian yang dicapai pada bulan Juni menghasilkan pengurangan permusuhan antara Israel dan Hizbullah secara signifikan.
NNA mengatakan serangan Israel meningkat pada Sabtu pagi, dengan serangkaian serangan udara di Punggung Bukit Ali al-Taher dekat Nabatieh al-Fawqa.
Dua serangan lainnya terjadi di daerah dekat pusat pelatihan guru dan klub Husseini di Nabatieh al-Fawqa, sementara lembah antara Ansar dan Zarariyeh juga terkena dampak yang digambarkan oleh badan tersebut sebagai serangan pertama yang mencapai sejauh ini hingga ke Lebanon selatan sejak gencatan senjata dua bulan lalu.
Lebih dekat ke perbatasan, pasukan Israel menghancurkan beberapa rumah di Bint Jbeil dan melepaskan tembakan senapan mesin berat ke rumah-rumah di sepanjang jalan Kounine-Saf al-Hawa, menurut NNA.
Serangan udara Israel juga menghantam lingkungan al-Mashaa di al-Mansouri sesaat sebelum tengah malam.
Kekerasan telah berkurang sejak nota kesepahaman Amerika Serikat-Iran pada bulan Juni dan perjanjian kerangka kerja yang disponsori AS antara Lebanon dan Israel, namun serangan dan penghancuran Israel terus berlanjut di wilayah selatan.
Kerangka kerja tersebut menyerukan perlucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dan penempatan tentara Lebanon di Lebanon selatan.
Pada hari Jumat, pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengkritik pemerintah Lebanon atas penerapan kerangka tersebut, menuduh mereka menekan tentara sementara serangan Israel terus berlanjut.
“Bagaimana Anda bisa menerima penghinaan yang terus-menerus terhadap tentara Lebanon, yang membuat mereka terkena pemboman dan tekanan Israel, alih-alih bertindak sebagai pelindungnya?” katanya.
Artikel Telah Tayang di : https://www.aljazeera.com/news/2026/8/15/israeli-strike-kills-seven-in-south-lebanon-as-attacks-intensify