Bekali Peserta APMI, Zulkieflimansyah: Kepemimpinan Butuh Kapasitas, Wawasan, dan Jejaring
Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepemudaan kembali menggelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Session 2 sebagai bagian dari rangkaian pembinaan calon pemimpin muda Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di DKI Jakarta, Ahad (9/8/2026), ini mengusung tema “Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan.”
Dalam sesi tersebut, Dr. Zulkieflimansyah, Gubernur NTB periode 2018–2023, membawakan materi bertajuk “Matrix Planning RACI”. Materi tersebut menekankan pentingnya mengubah semangat kepemimpinan menjadi sistem kerja yang terstruktur, terukur, dan mampu menghasilkan dampak nyata.
Zulkieflimansyah menegaskan, semangat saja tidak cukup untuk membawa sebuah organisasi mencapai tujuan.
“Semangat saja tidak cukup. Kita harus mengubah semangat menjadi sistem, membuat program kerja yang rapi, terukur, dan tidak tumpang tindih.”
Menurutnya, salah satu instrumen yang dapat digunakan pemimpin untuk memastikan pembagian kerja berjalan efektif adalah Responsible, Accountable, Consulted, Informed (RACI). Melalui metode tersebut, setiap anggota tim dapat memahami posisi dan perannya secara lebih jelas.
“Salah satunya dengan menggunakan RACI untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab, siapa yang mengambil keputusan, siapa yang perlu dikonsultasikan, dan siapa yang perlu mendapatkan informasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zulkieflimansyah mengingatkan para peserta APMI agar tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya membutuhkan keberanian dan semangat, tetapi juga wawasan serta jejaring yang terus dibangun.
“Sebagai pemimpin muda, jangan pernah berhenti belajar. Terus tingkatkan kapasitas diri, banyak membaca buku, dan perluas jaringan,” pesannya.
Ia menambahkan, kapasitas, wawasan, dan jejaring menjadi modal penting agar seorang pemimpin mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja yang konkret dan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Karena kepemimpinan membutuhkan kapasitas, wawasan, dan jejaring yang terus dibangun. Dengan itu, gagasan yang kita miliki bisa diterjemahkan menjadi kerja yang nyata dan berdampak,” pungkasnya.
APMI Core Session 2 menjadi bagian dari proses pembinaan kepemimpinan yang dirancang untuk membekali generasi muda dengan kapasitas berpikir strategis, kemampuan mengelola organisasi, serta kesiapan menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata.
Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/bekali-peserta-apmi-zulkieflimansyah-kepemimpinan-butuh-kapasitas-wawasan-dan-jejaring