Banyak Kota Hancur, Lebanon Sebut Rugi USD 4 Miliar Akibat Serangan Israel
Morcos mengatakan angka-angka tersebut bersifat sementara dan tidak termasuk kerugian ekonomi atau kerusakan tidak langsung.
dilansir Anadolu Agency, Senin (6/7/2026), perkiraan ini muncul ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat (AS), ditandatangani dengan Beirut.
pasukan Israel meledakkan rumah-rumah dan melakukan ledakan di dua kota di Lebanon selatan, dan meledakkan bahan peledak semalam di kota Houla di distrik Marjayoun.
termasuk cara-cara untuk mendukung kembalinya penduduk ke daerah mereka dan menyediakan tempat tinggal yang layak.
menjelang dimulainya upaya rekonstruksi.
Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja di bawah mediasi AS, yang mengatur penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon.
perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal untuk penarikan penuh dan mengaitkan penarikan lebih lanjut dengan tanggung jawab keamanan yang diambil alih oleh tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah.
Para pejabat Lebanon mengatakan perjanjian tersebut merupakan "langkah pertama" menuju pemulihan kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya dan memungkinkan pengungsi untuk kembali ke kota mereka.
Hizbullah menyebut perjanjian itu "batal demi hukum," dengan mengatakan bahwa mengaitkan penarikan Israel dengan pelucutan senjata mereka melanggar "semua garis merah."
serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya, menurut angka resmi.
beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang 2023-2024, sambil maju lebih dari 10 kilometer (6,2 mil) ke wilayah Lebanon selama serangan terbaru.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8562790/banyak-kota-hancur-lebanon-sebut-rugi-usd-4-miliar-akibat-serangan-israel