Subang, Jalancagak.com

PDI Perjuangan (PDIP) angkat bicara soal tudingan punya jaringan politik dengan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Sederet politikus PDIP membantah tudingan yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi BEM Bersatu itu.

perwakilan dari BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menyatakan itu dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur. Dia menyoroti kedekatan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, yang merupakan salah satu penggerak aksi, dengan seorang purnawirawan jenderal.

yang terkait dengan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," kata Djimbula.

mereka menyebut Tiyo juga dijadwalkan akan hadir dalam dialog yang berisi tokoh, seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Hal-hal tersebut yang jadi landasan mereka menyebut Tiyo memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujarnya

bukan pelabelan yang menurutnya mengaburkan persoalan.

" kata Ganjar kepada wartawan, Rabu (17/6).

jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara, sementara yang kritis pasti dianggap lawan politik," sambungnya.

Ganjar menegaskan Indonesia dibangun untuk melindungi hak warga negara. Dia mengatakan setiap warga negara diberi hak berpendapat.

tetapi untuk melindungi hak warga negara, termasuk hak untuk berbeda pendapat," ujarnya.

pertanyaan mengenai afiliasi politik sering kali bukan untuk mencari kebenaran. Namun dia menilai hal itu cara untuk mendelegitimasi kritik.

warga negara tidak kehilangan hak kritisnya hanya karena pernah mendukung atau dianggap dekat dengan tokoh politik tertentu. Justru yang berbahaya adalah ketika kekuasaan mulai mengukur validitas kritik berdasarkan siapa yang menyampaikan, bukan berdasarkan fakta yang disampaikan," jelasnya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menilai kondisi saat ini tengah menuju politik loyalitas jika kritik sah hanya dari pendukung pemerintah. Dia menegaskan warga negara memiliki hak untuk mengawasi pemerintah.

maka kita sedang bergerak menuju politik loyalitas, bukan demokrasi konstitusional," tuturnya.

tetapi hak warga negara untuk mengawasi kekuasaan harus tetap berdiri," imbuh dia.

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah membantah tudingan aliansi tersebut. Said menegaskan tak ada keterlibatan PDIP dalam menggerakkan mahasiswa dalam melakukan demonstrasi.

PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

jikapun ada tudingan sosok Andi Widjajanto dalam massa tersebut, ia meminta tak ditafsirkan bahwa itu adalah PDIP.

karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ungkapnya.

adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa. Said menyebut tak make sense atau tidak berdasar jika langsung dikaitkan dengan PDIP.

ada famili, itu, itu kan nggak, bukan soal, yang kita bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi, kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali," kata Said.

asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu," tambahnya.

Said menegaskan PDIP tak akan menggerakkan massa. Ia menyebut mahasiswa tak bisa diperintah atau disuruh-suruh.

mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami semua," ujar dia.

Politikus PDIP Guntur Romli juga menyampaikan bantahan atas tuduhan terhadap partainya. Dia menilai tudingan itu dipaksakan.

absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa," ujar Guntur Romli kepada wartawan, Rabu (17/6).

ia menilai tuduhan keterlibatan PDIP dalam aksi demo MBG sangat dipaksakan.

lalu ditarik ke hubungan persaudaraan (Setyo Sularso), kemudian ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian melompat pada kesimpulan bahwa PDI Perjuangan berada di balik aksi mahasiswa, adalah sesat pikir yang nyata," tambahnya.

tidak mendanai, dan tidak memfasilitasi aksi-aksi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi terkait program MBG. PDIP, kata Guntur, juga tidak pernah menugaskan pengurus maupun kadernya untuk melibatkan diri dalam teknis gerakan mahasiswa tersebut.

objektif, dan independen sebagai pilar penting penjaga demokrasi. Mahasiswa, terang Guntur, memiliki hak penuh untuk menguji, mengkritik, bahkan menolak kebijakan pemerintah, termasuk program MBG, tanpa harus dicap sebagai 'alat politik' pihak tertentu.

Guntur mendesak BEM Bersatu untuk berhenti menyebarkan narasi dan spekulatif yang tidak berbasis data valid. Ia mengajak masyarakat debat substansi dan adu gagasan yang sehat.

jadi mereka bukan mahasiswa tapi MAHASEWA. PDI Perjuangan difitnah mahasewa yang menamakan dirinya BEM Bersatu," imbuhnya.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8536323/bantahan-politikus-pdip-soal-tudingan-terkait-tiyo-ardianto