Atasi Krisis SD Sepi Peminat, Waka MPR Dorong Perbaiki SPMB Berbasis Data
Fenomena sepinya peminat sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah pada tahun ajaran 2026/2027 diniali menjadi alarm serius untuk segera memperbaiki sistem penerimaan murid baru (SPMB) secara nasional.
terkait kesesuaian daya tampung dan potensi minat murid di setiap wilayah.
kontraksi jumlah siswa SD yang signifikan, dari 27,58 juta murid pada 2011/2012 menjadi sekitar 23,9 juta pada 2024.
jumlah unit sekolah dasar justru meningkat dari 61.566 pada 2003 menjadi 72.470 pada 2024, menciptakan ketimpangan besar antara kapasitas dan jumlah siswa.
" tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
dibutuhkan sistem penerimaan murid baru yang cerdas, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan.
Jawa Timur, misalnya, dari 470 SDN, rata-rata hanya mendapat 13-14 murid baru, dan satu sekolah bahkan nihil pendaftar.
Jawa Timur, tercatat 62 dari 195 SDN gagal memenuhi kuota, dengan 2.285 bangku kosong (27,46% dari total pagu). Di Bangli, Bali, tujuh SDN hanya terisi 3-6 murid. Bahkan di kota besar seperti Solo, Jawa Tengah, total ada 1.144 bangku kosong di jenjang SD.
Rerie juga menyoroti pergeseran preferensi masyarakat sebagai faktor penting dalam mempersiapkan layanan pendidikan.
jumlah siswa SDN merosot dari 22,4 juta (2016) menjadi 20,3 juta (2022), sementara siswa SD swasta justru tumbuh dari 3,1 juta menjadi 3,7 juta pada periode yang sama.
seperti antara lain, peta jalan pendidikan berbasis data kependudukan yang akurat untuk menentukan letak dan kebutuhan sekolah, harus segera diwujudkan.
tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, perlu penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan yang diterapkan tepat sasaran.
agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil dan bermutu," pungkas Rerie.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8584351/atasi-krisis-sd-sepi-peminat-waka-mpr-dorong-perbaiki-spmb-berbasis-data