Angka Kelahiran Anjlok Sampai Bikin Biksu di Korsel Bantu Para Lajang Cari Jodoh
dia berkata bahwa para biksu berada di sana "untuk menjalankan misi menyelamatkan negara".
dengan mempertemukan para perempuan dan laki-laki lajang dengan pasangannya, hingga suatu hari nanti memiliki anak.
sambil sesekali melirik dengan gugup ke arah calon pasangan mereka.
terletak di tengah pepohonan rimbun di Gunung Palgongsan, Korea Selatan.
serta momen-momen canggung yang tiada henti. Semuanya demi mencairkan suasana dan menemukan cinta di antara peserta lajang yang hadir.
" kata pembawa acara Yoo Cheol-ju.
Ia merujuk pada masa saat Kuil Donghwasa berfungsi sebagai markas milisi biksu yang mempertahankan Korea dari penjajah Jepang pada abad ke-16.
ancaman tersebut tidak datang dari luar negeri.
angka kelahiran di Korea Selatan anjlok seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan negara tersebut.
rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan Korea Selatan sepanjang hidupnya, atau tingkat kesuburan total, turun ke level terendah sepanjang sejarah. Angkanya 0,72, jauh di bawah tingkat pembaruan populasi, yaitu 2,1.
para wanita lebih memprioritaskan karier, atau sekadar menggunakan hak pilihan hidup yang mereka miliki.
penelitian menunjukkan kaum muda Korea Selatan kini lebih jarang keluar rumah dan berkencan dibandingkan sebelumnya. Meskipun sebagian memilih tetap lajang, banyak di antara mereka kesulitan menemukan pasangan, sehingga menyebabkan angka pernikahan menurun.
pemerintah telah mulai menawarkan cuti orang tua yang lebih lama, bantuan tunai untuk kelahiran bayi, serta apartemen bersubsidi bagi pasangan yang baru menikah.
seperti yang satu ini: di Kuil Donghwasa.
Dan acara-acara tersebut jauh lebih seru daripada yang mungkin Anda bayangkan.
BBC/Hosu LeeKuil ini dikelilingi pepohonan yang rimbun.
yang dikenal dengan nama Buddhisnya, Sunhyeji, adalah salah satu yang pertama tiba.
yang mulai berdatangan ke ruangan itu.
Mereka semua telah lolos dari proses seleksi yang sangat ketat. Seleksi ini melibatkan kuesioner dan video selfie untuk menilai seberapa serius mereka dalam hal pernikahan dan memiliki anak.
yang terbuka untuk semua orang, tanpa memandang agama.
tapi semuanya adalah aktivitas yang dilakukan sendirian," tambahnya. Di kantornya, semua orang jauh lebih tua darinya.
Berkencan bisa terasa sulit di Korea Selatan.
tempat kerja, atau sogaeting, alias kencan buta yang diatur oleh teman atau keluarga.
percakapan ringan di kota-kota besar jarang terjadi. Kebiasaan minum-minum pun menurun.
Aplikasi kencan tidak pernah benar-benar populer.
setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang stagnan, Tinder mulai beriklan sebagai aplikasi pencari teman agar lebih menarik bagi kaum muda.
30 tahun, yang biasa dipanggil Enyo, selalu merasa enggan dengan gagasan bertemu orang asing secara daring.
tetapi baginya semua pertemuan itu hanyalah interaksi yang dangkal dan tak pernah berlanjut ke mana-mana. Selain itu, 97% rekan kerjanya di sebuah pabrik susu besar di pinggiran Kota Daegu adalah laki-laki.
sekarang ia berada di Kuil Donghwasa.
bahkan sebelum hari kegiatan dimulai.
para pria yang berpotensi menjadi pasangan bergegas menyambut. Mereka menawarkan bantuan membawa koper peserta perempuan ke kamar masing-masing.
Enyo bertekad untuk menemukan pasangan yang cocok. Selama kegiatan pertama hari itu sesi perkenalan ia membagikan kue-kue Prancis yang ia panggang sendiri. Kemahiran membuat kue ini membuatnya mendapat pujian dari para hadirin.
Kemudian tibalah waktunya untuk kencan pertama.
seorang pegawai negeri berusia 32 tahun yang bersikap ramah. Keduanya berjalan-jalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan yang mengelilingi kuil, dan berhasil melakukan percakapan secara pribadi.
para pria diminta untuk memberi mawar plastik kepada perempuan yang ingin mereka kenal lebih jauh selama kencan makan siang.
seorang desainer berusia 28 tahun yang sikapnya lembut. Cocok dengannya.
tersebar senyuman sopan dan tawa kecil. Para pasangan saling mengenal hobi, pekerjaan, dan acara TV favorit masing-masing. Percakapan mengalir lancar dan semua orang tampak mulai terbuka.
terlihat mereka berdiri lebih dekat satu sama lain. Lebih dekat dari sebelumnya, terutama saat mereka berkumpul di wastafel untuk mencuci piring bersama.
semuanya berubah drastis saat kita mencapai puncak momen canggung dan kikuk hari itu: pertunjukan bakat.
nyanyian, dan tarian dalam sebuah pertunjukan bakat siang hari yang sedikit canggung. BBC / Hosu LeeDalam satu momen, interaksi sosial yang intens mulai membuat para lajang merasa lelah.
"My House", dengan refrennya yang terkenal, "I wanna take you to my house" atau "Aku ingin membawamu ke rumahku."
sementara Enyo melantunkan sebuah balada.
dengan pengantar yang agak terbata-bata, namun berhasil memikat Minho.
Seorang perempuan mengeluarkan seruling untuk memainkan lagu dari KPop Demon Hunters.
Aktivitas yang tak henti-hentinya ini membuat para peserta kelelahan.
Hanya ada beberapa menit untuk beristirahat sebelum sesi kencan kilat dimulai sambil menikmati teh hijau yang sebenarnya tidak diminum oleh siapa pun.
giliran para perempuan memilih pria yang akan menemani mereka makan malam.
dan akhirnya makan malam bersama yang lain, yang tidak mendapat pasangan.
untuk menutup acara hari itu, seorang biksu senior menyampaikan pidato yang menggugah semangat. Ia mengingatkan para peserta akan kewajiban mereka melahirkan keturunan, sebelum menyanyikan lagu kebangsaan.
yang lebih memikirkan nasib romantis mereka daripada kewajiban patriotik, hanya bergumam mengikuti lirik lagu tersebut.
BBC/ Hosu LeePara biksu memandang retret kencan ini sebagai bentuk pengabdian kepada negara mereka
Pihak berwenang Korea telah menyelenggarakan berbagai acara perjodohan sejak awal tahun 2000-anmulai dari kencan sambil mengukir kayu hingga pesta DJ di tepi sungai.
angka kelahiran terus menurun selama bertahun-tahun. Program-program ini telah menelan biaya sekitar Rp4,5 kuadriliun atau US$250 miliar sejak 2006.
saat angka tersebut mulai naik sedikit demi sedikit. Tahun ini, rata-rata setiap wanita diperkirakan akan melahirkan 1,0 anak, naik dari 0,8 dibandingkan 2025.
serta besarnya anak-anak dari generasi baby boomer yang kini telah mencapai era di mana mereka memiliki anak sendiri.
mungkin juga terjadi perubahan sikap. Sebuah survei pada Maret lalu, menunjukkan orang-orang yang belum menikah kini hampir 10% lebih mendukung pernikahan dan memiliki anak dibandingkan dua tahun yang lalu.
sehingga membuat Sunhyeji kecewa.
Hal ini sejalan dengan apa yang dirasakan sejumlah peserta perempuan di kuil tersebut. Mereka mengatakan semakin sering melihat unggahan di media sosial tentang teman-temannya yang menikah dan memiliki anak.
dengan satu putaran kencan terakhir yang tersisa, semangat sosial kelompok itu mulai menipis.
sang pembawa acara, menegaskan masih ada banyak waktu tersisa untuk menemukan pasangan.
tambahnya. Malam ini bisa jadi "penuh kejutan".
seorang panitia acara mencoba peruntungannya dengan seorang peserta. Ia mengaku memiliki pacar, tetapi mengatakan hubungan itu sudah pasti akan berakhir.
Ruby akhirnya pergi bersama Minho untuk berjalan-jalan. Sunhyeji terlihat lelah.
yang tidak menemukan pasangan, keluar satu per satu.
semua orang bercanda dan mengobrol sambil mengirimkan pilihan akhir mereka kepada Yoo melalui pesan teks.
terbentuklah delapan pasangan, termasuk dua pasangan yang terdiri dari staf acara dan peserta. Kelompok itu berkumpul untuk berfoto bersama terakhir kalinya di acara.
kecewa karena dia tidak mendapatkan pasangan. Namun, dia belum menyerah. Dia mengatakan akan bersedia mencoba lagi di retret berikutnya "jika mereka mengizinkanku ikut lagi".
Sunhyeji sudah kembali ceria. Dia begadang hingga pukul 03.00 sambil bergosip dengan para perempuan lain di kamarnya.
sambil menambahkan rencana untuk makan bersama sudah dimulai.
pengalaman itu bagaikan pesta menginap yang seru. Membuat dirinya merasa seperti remaja lagi tak takut bersikap spontan dan mengambil keputusan berani.
hanya saja kali ini akan ada minuman beralkohol dan hidangan daging di atas meja.
Tidak semua orang meninggalkan kuil itu bersama pasangan.
hampir semua orang pulang dengan membawa sesuatu yang sebelumnya tidak mereka miliki: teman-teman baru dan rasa percaya diri yang lebih segar.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/bbc-world/d-8580885/angka-kelahiran-anjlok-sampai-bikin-biksu-di-korsel-bantu-para-lajang-cari-jodoh