Anggota Parlemen AS Ramai-ramai Sebut Perang Lawan Iran Gagal Total!
yang berlangsung selama enam bulan terakhir, sebagai "kegagalan total". Mereka ramai-ramai menyerukan agar perang Washington melawan Teheran segera diakhiri.
dengan kalangan politik Washington mengakui bahwa perang tersebut tidak mencapai satu pun tujuan yang ditetapkan.
Mark Warner, seperti dilansir Press TV, Selasa (1/9/2026), mengatakan bahwa perang yang diluncurkan oleh Gedung Putih pada akhir Februari lalu itu justru membuat AS menjadi lebih lemah, bukan lebih kuat.
yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS, dalam pernyataan via media sosial X.
seperti aksi saling serang antara AS dan Iran yang meningkat, lonjakan harga minyak, beban berlebih pada pasukan dan amunisi Amerika, pemerintah Teheran yang semakin ekstrem, dan Iran yang masih memiliki uranium yang diperkaya, rudal, serta drone.
namun belum terlihat tanda-tanda akan berakhir," tegas Warner dalam kritikannya untuk Trump.
Chris Van Hollen, juga dari Partai Demokrat. Menyoroti enam bulan perang berkecamuk, Van Hollen menyinggung soal kematian 18 personel militer AS, ratusan orang luka-luka dan ribuan warga sipil tewas. Dia juga membahas soal harga kebutuhan di AS yang ikut melonjak tajam imbas perang.
SEKARANG JUGA," tegas Van Hollen dalam pernyataan via media sosial X.
mulai dari menyebut operasi militer terhadap Iran sebagai tindakan ilegal, memakan biaya besar, dan telah gagal secara strategis. Senator senior Partai Demokrat, seperti Chuck Schumer dan Elizabeth Warren, kompak menyerukan agar perang melawan Iran segera diakhiri.
yang merupakan pemimpin Demokrat di Senat, menyebut perang yang dikobarkan Trump itu "tidak menghasilkan apa-apa selain terkurasnya cadangan logistik Amerika dan melemahnya posisi militer negara tersebut". Dia menyebutnya sebagai "kegagalan total".
Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries dari Partai Demokrat menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai "kegagalan besar". Sedangkan mantan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, menyebut perang yang dikobarkan Trump di Iran sebagai "kesalahan fatal" dan menyindir nama Operation Epic Fury yang dibanggakan Trump sebagai "Operation Epic Failure".
dengan anggota DPR AS dari Kentucky, Thomas Massie, yang mengatakan bahwa AS telah berperang melawan Iran selama enam bulan, padahal Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973 mewajibkan penarikan pasukan dalam waktu 90 hari jika tidak ada izin dari Kongres AS.
" tegas Massie, yang sebelumnya menyebut perang tersebut sebagai "kesalahan terbesar dan paling merugikan" yang dilakukan Trump.
Tapi Akan Melawan Jika Diserang':
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8643438/anggota-parlemen-as-ramai-ramai-sebut-perang-lawan-iran-gagal-total