Anggota DK PBB Tuntut Israel Izinkan Akses Kemanusiaan Tanpa Batas ke Gaza
Berbicara dalam sesi Dewan tentang Palestina, Duta Besar Pakistan untuk PBB, Asim Iftikhar Ahmad, mengatakan pelanggaran gencatan senjata dan kondisi kemanusiaan masih parah meskipun Resolusi 2803 telah diadopsi.
“Meskipun rencana komprehensif telah disetujui dan Resolusi 2803 DK PBB diadopsi, pelanggaran gencatan senjata terus terjadi, dan krisis kemanusiaan di Gaza tetap akut,” kata Ahmad, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (19/6).
Ia mengatakan warga sipil terus menghadapi kesulitan besar yang ditandai dengan pembunuhan, kekurangan, pengungsian, dan masa depan yang tidak pasti, seraya mencatat bahwa lebih dari 90 persen penduduk Gaza telah mengungsi dan hanya setengah dari rumah sakit di wilayah tersebut yang masih berfungsi sebagian.
Ahmad mengatakan masalah utamanya adalah penolakan dan penundaan akses kemanusiaan secara sewenang-wenang, pola berulang dari kebijakan Israel dan pelanggaran langsung terhadap kewajiban kekuasaan pendudukan berdasarkan hukum internasional.
“Blokade Gaza telah menjadi instrumen pendudukan dan hukuman kolektif selama bertahun-tahun. Dengan mengendalikan akses dan pergerakan, kekuasaan pendudukan melanggengkan penderitaan 2 juta warga Palestina,” tambahnya.
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan pelonggaran ketegangan baru-baru ini di Timur Tengah menawarkan harapan untuk mengatasi krisis regional lainnya, termasuk Gaza, tetapi memperingatkan bahwa kondisi di lapangan tetap memprihatinkan.
“Justru sebaliknya, kematian dan penderitaan tetap menjadi realitas sehari-hari di Gaza,” kata Fu, merujuk pada periode setelah perjanjian gencatan senjata yang dicapai Oktober lalu.
Menyatakan keprihatinan atas aktivitas militer Israel, ia mengatakan: “Sejak kesepakatan gencatan senjata, operasi militer Israel telah merenggut hampir 1.000 nyawa.”
Fu juga memperingatkan tentang perluasan pendudukan militer yang terus berlanjut oleh Israel dan ancamannya untuk menguasai 70 persen wilayah Gaza.
Ia mendesak Israel untuk mencabut pembatasan pasokan kemanusiaan, menjaga semua penyeberangan tetap terbuka penuh, dan menjamin pengiriman makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan tempat tinggal yang sangat dibutuhkan.
Kuasa Usaha Inggris James Kariuki juga menyatakan keprihatinan atas situasi di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
“Situasi kemanusiaan di Gaza tetap memprihatinkan. Pelanggaran gencatan senjata yang berkelanjutan dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina sejak Oktober,” kata Kariuki.
Ia mendesak Israel untuk segera mencabut pembatasan tidak adil terhadap akses kemanusiaan dan mengutuk meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/anggota-dk-pbb-tuntut-israel-izinkan-akses-kemanusiaan-tanpa-batas-ke-gaza/