Subang, Jalancagak.com

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade memaparkan besarnya komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Sumatera Barat melalui berbagai program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

pemerintah telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk sektor permukiman, air minum, sanitasi, serta penanganan pascabencana di Sumbar.

anggaran yang telah dikucurkan merupakan bukti nyata bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tidak sekadar menyampaikan janji, tetapi benar-benar menghadirkan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

sekitar Rp76 miliar. Itu untuk menyelesaikan penanganan yang sudah dimulai sebelumnya. Lalu pada tahun 2026 pemerintah mengucurkan lagi Rp436,8 miliar. Di luar itu juga sudah ada anggaran penanganan darurat sebesar Rp627 miliar. Jadi total yang sudah turun sekitar Rp1,2 triliun hanya untuk Balai Cipta Karya dalam dua tahun terakhir," kata Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana senilai sekitar Rp5,6 triliun yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028.

salah satu proyek strategis yang telah memasuki tahap pelaksanaan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Padang di kawasan Palukahan, Kecamatan Koto Tangah. Proyek tersebut menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.

berbagai pekerjaan juga dilaksanakan di Solok Selatan, Bukittinggi, Dharmasraya, serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya melalui program air minum, sanitasi, hingga rehabilitasi infrastruktur pascabencana.

Kepala BPPW Sumbar Maria Doeni Isa membenarkan seluruh data yang dipaparkan Andre merupakan program resmi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU.

pada 2025 BPPW Sumbar mengelola anggaran Rp76,37 miliar yang difokuskan untuk penanganan pascabencana, penyediaan air minum, sanitasi, Pamsimas, Sanimas, dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

37 miliar. Fokusnya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan pascabencana, seperti pembangunan SPAM di Pesisir Selatan, Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang, Pamsimas di 23 lokasi, pembangunan Sanimas, serta PISEW di 10 lokasi," ujarnya.

pada 2026 nilai program meningkat drastis menjadi Rp436,81 miliar dengan cakupan pembangunan yang jauh lebih besar dan tersebar di hampir seluruh wilayah Sumatera Barat.

peningkatan SPAM Tabek Gadang di Bukittinggi, perluasan SPAM IKK Pulau Punjung di Dharmasraya, hingga program Pamsimas di sejumlah kabupaten.

pemerintah juga mengalokasikan Rp80 miliar bagi pembangunan SPAM di Kabupaten Padang Pariaman dan Tanah Datar, Rp79 miliar untuk Kabupaten Agam, Pesisir Selatan dan Kota Padang, serta Rp80 miliar lagi bagi Kabupaten Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman dan Padang Panjang.

pemerintah juga membangun sanitasi melalui program Sanimas, pembangunan TPS 3R, penyediaan sarana pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kota Padang, penanganan sanitasi pascabencana di Agam, serta berbagai kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan pemerintahan yang terdampak bencana.

besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat menunjukkan perhatian serius Presiden Prabowo terhadap pembangunan Sumatera Barat.

untuk Balai Cipta Karya saja sudah sekitar Rp1,2 triliun yang dikucurkan dalam dua tahun terakhir. Di luar itu masih ada program rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp5,6 triliun yang akan berjalan sampai 2028. Artinya, pembangunan Sumatera Barat benar-benar menjadi perhatian pemerintah Presiden Prabowo," tutup Andre.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8589199/andre-rosiade-buktikan-janji-prabowo-kucurkan-rp1-2-t-bangun-permukiman-air-bersih-di-sumbar