Subang, Jalancagak.com Lembaga pemantau hak asasi manusia Euro-Med Monitor mengambil langkah darurat dengan menutup kantornya di Gaza dan Lebanon.

Selain itu, kantor pusat mereka di Jenewa juga menghentikan sementara aktivitasnya. Keputusan ini diambil menyusul ancaman sistematis yang disebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

“Setelah gelombang hasutan dan ancaman yang intens, kami terpaksa melakukan restrukturisasi. Kami kurangi tim dan aktivitas di seluruh wilayah pendudukan. Kantor pusat di Jenewa juga kami hentikan sementara,” bunyi pernyataan resmi Euro-Med Monitor, seperti dikutip Palinfo, Selasa (16/6).

Israel gencar melancarkan kampanye disinformasi, fitnah, dan hasutan yang ditujukan kepada Euro-Med Monitor. Selain itu, ancaman secara langsung maupun tidak langsung juga disebut menyasar ketua lembaga beserta seluruh timnya.

Situasi disebut semakin memanas setelah muncul tuduhan yang mengaitkan Euro-Med Monitor dengan investigasi The New York Times mengenai dugaan kekerasan seksual sistematis terhadap warga Palestina di penjara Israel.

Mereka kini akan beralih ke kerja virtual dan hanya melakukan kerja lapangan yang benar-benar esensial. Langkah ini diambil demi keselamatan tim.

Salah satu bukti nyata ancaman itu adalah kesepakatan Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan Otoritas Imigrasi Israel. Mereka melarang hampir 40 staf dan afiliasi Euro-Med Monitor masuk ke Israel dan wilayah Palestina. Termasuk di antaranya pendiri dan ketua lembaga, Ramy Abdu, serta para pejabat senior dan anggota dewan.

Ini jelas upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis. Tujuannya, agar kebenaran tentang kejahatan terhadap warga Palestina tidak terungkap dan para pelaku lolos dari pertanggungjawaban.

Kampanye ini mencakup berbagai cara kotor. Mulai dari memelintir pernyataan publik, membuat tuduhan palsu soal afiliasi politik, hingga hasutan yang berujung pada ancaman pembunuhan terhadap presiden lembaga dan sejumlah staf.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/ancaman-israel-meningkat-euro-med-monitor-tutup-kantor-di-gaza-dan-lebanon/