Subang, Jalancagak.com

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertekad "melumpuhkan ekonomi" Iran dengan memperluas ancaman sanksi. AS juga bertekad mengisolasi ekonomi Iran.

tujuan kami adalah memutus setiap jalur kehidupan ekonomi yang menopang rezim tirani ini hingga Teheran terisolasi sendirian," ujar Bessent kepada para wartawan, Selasa (25/8/2026).

dan ini adalah langkah melumpuhkan ekonomi rezim tersebut," katanya.

negara-negara yang tidak bergabung dalam sanksi AS akan ikut merasakan dampak isolasi yang dialami Iran.

Presiden AS Donald Trump sedang menghubungi para pemimpin dunia untuk meminta mereka menghentikan interaksi dengan Teheran.

teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran.

perusahaan, dan kapal yang diduga membantu Iran dalam menghasilkan pendapatan minyak, pengadaan senjata, dan operasi siber.

termasuk di Uni Emirat Arab, Hong Kong, Tiongkok, Singapura, dan Eropa.

entitas mana pun "yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS."

Iran menanggapi ancaman tersebut dengan sikap meremehkan dan memprediksi "kekalahan lain" bagi Washington.

" kata Menteri Ekonomi Ali Madanizadeh.

Diketahui AS telah mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran terhadap Iran dan memperingatkan adanya konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak bergabung dalam kampanye tersebut.

di mana perundingan damai terhenti dan Teheran memblokir sebagian besar lalu lintas melalui Selat Hormuz yang vital.

Bessent menyatakan bahwa Amerika Serikat mencanangkan "D-Day ekonomi" terhadap Iran atau serangan finansial terbesar. Namun pengumumannya tidak menyebutkan negara spesifik mana pun selain Iran dan tidak memberikan kerangka waktu pelaksanaan.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8633601/ancam-sanksi-baru-as-bersumpah-cekik-ekonomi-iran