Subang, Jalancagak.com

Sebanyak 85 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menulis surat kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan semua cara diplomatik untuk menghentikan proyek permukiman ilegal Israel di kawasan E-1, Yerusalem Timur.

Seperti dikutip dari Wafa, Ahad (7/5), jika proyek ini diteruskan, akan tercipta realitas permanen di lapangan yang bisa menghancurkan peluang solusi dua negara.

Surat yang diprakarsai oleh anggota Partai Demokrat Mark Pocan dan Jan Schakowsky ini menyebutkan bahwa proyek E-1 sudah masuk tahap kritis. Pemerintah Israel disebut hampir merampungkan proses tender dan penandatanganan kontrak pembangunan.

Kawasan E-1 sendiri membentang sekitar 12 kilometer persegi di timur Yerusalem dan merupakan salah satu wilayah paling sensitif di Tepi Barat. Jika permukiman dibangun di sana, kata mereka, Tepi Barat utara dan selatan akan terbelah. Selain itu, hubungan geografis antara Yerusalem dan permukiman Ma’ale Adumim akan semakin erat, yang pada akhirnya memperkuat kontrol Israel atas wilayah strategis di jantung Tepi Barat.

Para anggota Kongres AS juga mencatat bahwa Israel sudah menyetujui rencana pembangunan di kawasan E-1 sepanjang 2025, bahkan sudah menerbitkan tender untuk 3.401 unit permukiman baru, berikut proyek komersial dan infrastruktur pendukung lainnya.

Surat itu juga mengingatkan pernyataan Presiden Trump sebelumnya yang menolak aneksasi Tepi Barat. Demikian pula dengan pernyataan resmi Gedung Putih yang menekankan penolakan terhadap langkah sepihak yang mengubah status akhir wilayah Palestina.

Inisiatif ini menjadi salah satu langkah kongres paling signifikan tahun ini terkait isu permukiman. Ini menunjukkan kekhawatiran yang tumbuh di Kongres AS terhadap dampak politik dan geopolitik proyek E-1 pada masa depan proses perdamaian.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/85-anggota-dpr-as-desak-trump-hentikan-proyek-permukiman-ilegal-e-1-israel/