65 Siswa Palestina Ditahan Israel, Tak Bisa Ikuti Ujian Akhir
Seperti dikutip dari Wafa, Sabtu (20/6), sejak dimulainya genosida, para siswa ini menghadapi kondisi yang keras, termasuk penyiksaan, perlakuan buruk, serta perampasan hak mereka untuk bertemu keluarga dan salah satu hak paling mendasar yakni hak atas pendidikan.
Dalam sebuah pernyataan, PPS menambahkan bahwa otoritas Israel telah mengintensifkan kampanye penangkapan yang menargetkan siswa di berbagai jenjang pendidikan. PPS juga mengatakan bahwa hak-hak yang sebelumnya diperoleh tahanan Palestina, termasuk akses terhadap pendidikan yang telah dicabut, dan kondisi penahanan memburuk secara signifikan.
PPS juga mengatakan bahwa hak tahanan atas pendidikan telah menjadi salah satu hak paling menonjol yang mereka perjuangkan untuk ditegakkan selama bertahun-tahun, meskipun ada upaya berulang kali dari administrasi penjara untuk mengingkari hak tersebut.
Meskipun ada kebijakan tersebut, para tahanan berhasil mempertahankan dan melestarikan hak ini. Namun, dengan dimulainya genosida, sistem penjara merampas semua hak mereka dan mengubah penjara menjadi ruang terbuka untuk penyiksaan dan penganiayaan sepanjang waktu.
PPS menegaskan, sistem penjara saat ini menerapkan kebijakan komprehensif berdasarkan penyiksaan sistematis, penghinaan, dan penganiayaan, yang bertujuan untuk menghancurkan para tahanan secara psikologis dan fisik.
PPS menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia internasional dan badan-badan PBB yang relevan yang peduli dengan hak asasi manusia, hak anak, dan hak atas pendidikan untuk memikul tanggung jawab mereka atas kejahatan yang meningkat yang dilakukan terhadap siswa Palestina yang ditahan.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/65-siswa-palestina-ditahan-israel-tak-bisa-ikuti-ujian-akhir/