Subang, Jalancagak.com Sebanyak 62 anggota Kongres AS dari DPR dan Senat kompak mendesak pemerintahan Trump untuk menekan Israel agar mencabut pembatasan bagi pasien Palestina yang butuh perawatan medis dan membuka kembali koridor medis yang dulu memungkinkan pasien Gaza berobat ke rumah sakit di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Lewat surat yang ditujukan ke Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, para anggota Kongres itu memperingatkan bahwa ribuan pasien di Gaza kini berada dalam kondisi mengancam jiwa. Sistem kesehatan di sana ambruh akibat perang yang masih terus berlangsung.

Seperti dikutip Palinfo, Sabtu (13/6), surat itu menyebutkan, lebih dari 18.500 warga Palestina butuh perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza. Sekitar 11.000 di antaranya adalah pasien kanker. Parahnya lagi, 94 persen rumah sakit di Gaza hancur atau rusak berat. Akibatnya, hampir semua layanan diagnostik dan pengobatan, termasuk perawatan kanker, nyaris tidak bisa diakses.

Para anggota Kongres mengakui memang Israel mengizinkan evakuasi medis ke negara lain, tapi jumlahnya sangat terbatas. Sementara itu, pasien Gaza tetap dilarang berobat ke rumah sakit di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, padahal lokasinya dekat dan jelas mampu memberikan perawatan yang mereka butuhkan. Akibatnya, bagi banyak warga Gaza, diagnosis kanker seperti vonis mati.

Menurut surat tersebut, sudah lebih dari 1.200 pasien meninggal saat menunggu izin evakuasi medis. Para anggota Kongres pun mendesak pemerintahan Trump untuk bekerja sama dengan Qatar, Mesir, dan Turki. Tujuannya, memfasilitasi transfer pasien dan memastikan mereka bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Mereka juga meminta agar koridor medis dibuka kembali secara permanen. Selain itu, harus ada jaminan bahwa pasien beserta pendampingnya bisa kembali ke Gaza setelah selesai berobat.

Tidak kalah penting, mereka juga mendesak adanya dukungan untuk membangun kembali rumah sakit dan infrastruktur kesehatan yang hancur.

Dalam suratnya, para anggota Kongres juga menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis dan tenaga kesehatan berdasarkan hukum humaniter internasional. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan akses perawatan medis ini akan membawa konsekuensi kemanusiaan yang sangat parah.

Beberapa nama besar yang ikut menandatangani surat ini antara lain Bernie Sanders, Elizabeth Warren, Chris Van Hollen, Ed Markey. Dari DPR, ada Ro Khanna, Pramila Jayapal, Ilhan Omar, Greg Casar, Delia Ramirez, Jan Schakowsky dan Sean Casten.

Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/62-anggota-kongres-as-desak-trump-buka-koridor-bantuan-medis-untuk-gaza/