Subang, Jalancagak.com

Lasarus menilai hal ini sudah menunjukkan kondisi darurat angkutan kapal.

sebanyak 239 meninggal dunia dan 203 hilang.

ada 601 operasi SAR, ada korban 3.607 total korban, 3.165 selamat , meninggal 239, hilang 203 orang, terevakuasi 3.404 orang, itu rentang Januari sampai Agustus 2026, kecelakaan kapal, kapal tok ini," kata Lasarus saat rapat Komisi V DPR di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Lasarus menyoroti angka 203 korban hilang yang menurutnya tidak terdaftar manifes. Ia mengkritik persoalan data manifes yang tidak pernah sesuai dengan jumlah penumpang dalam kecelakaan kapal.

mungkin 203 orang hilang pasti ada yang tidak terdaftar di manifes," ucap Lasarus.

Lasarus mengatakan kondisi ini menunjukkan darurat angkutan laut. Dia berharap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membenahi ini agar kapal tak lagi menjadi 'mesin pembunuh'.

Pak Menhub, saya rasa kita mengalami darurat nih, Pak, menurut saya darurat angkutan laut ini. Kalau saya lihat dari data halaman 36 ini, ini kami harap Pak Menteri kita sama sama sesuai tupoksi masing-masing bagaimana kita hentikan mesin pembunuh di laut bahasa saya," ujar dia.

Simak juga Video: Pengamat Ungkap Dampak Kecelakaan Kapal Pinisi ke Pariwisata RI

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8625460/601-kecelakaan-kapal-sejak-awal-2026-ketua-komisi-v-dpr-darurat-angkutan-laut