6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS
serangan AS menghantam 140 target di Iran yang lalu dibalas dengan serangan Iran ke sejumlah negara Teluk.
Minggu (12/7/2026), CENTCOM mengatakan mereka meluncurkan serangan terbaru sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap kapal kontainer yang melewati Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang mencoba menggunakan jalur tidak resmi untuk menyeberangi perairan tersebut.
Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, hingga Kuwait turut terdampak serangan Iran ke fasilitas militer AS.
Militer AS menargetkan 140 target di Iran yang menyasar lokasi rudal dan drone hingga tempat penyimpanan amunisi.
drone, dan kapal angkatan laut," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Aljazeera, dan CNN, Minggu (12/7/2026).
kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai. Militer AS telah menyerang lebih dari 300 target selama 3 malam.
CENTCOM telah menghantam lebih dari 300 target atas arahan Panglima Tertinggi untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," sambungnya.
Minggu (12/7/2026), berdasarkan laporan jurnalis AFP dan otoritas setempat, sirene dan ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Eskalasi terbaru ini merusak kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pentagon mengatakan telah menyerang Iran pada Minggu pagi setelah Garda Revolusi menembaki kapal kontainer berbendera Siprus yang menurut mereka berlayar melalui "rute yang tidak sah" melalui Selat Hormuz.
Sirik, Jask, dan Pulau Qeshm, serta di provinsi Khuzestan, yang berbatasan dengan Irak, tanpa laporan langsung tentang korban jiwa.
sirene serangan udara berbunyi di Bahrain. Sementara di Uni Emirat Arab dan Qatar melaporkan mereka telah mencegat serangan rudal.
tentara Iran mengaku telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, menurut IRIB. Iran dilaporkan menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, depot amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.
Adapun gelombang serangan drone Iran lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain. Pihak militer Iran mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan berkelanjutan AS di wilayah selatan Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan fasilitas militer AS di pangkalan udara Pangeran Hassan di Yordania dengan beberapa rudal balistik.
IRGC mengatakan pasukan udara mereka menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut, serta hanggar yang menampung drone MQ-9.
Kantor humas IRGC mengatakan kepada IRIB bahwa lokasi-lokasi tersebut "hancur" dalam serangan itu. Mereka menyebut serangan terhadap Oman sebagai fase ketiga dari respons mereka terhadap pemboman AS.
namun 1 di antaranya dilaporkan hilang dalam peristiwa itu.
10 telah diselamatkan sejauh ini, sementara satu warga negara India dilaporkan hilang," kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (12/7/2026).
GFS Galaxy, diserang di lepas pantai Oman pada Minggu pagi, kata pernyataan kementerian tersebut.
menuduh Teheran menyerang kapal tersebut.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan serangan terhadap pelayaran komersial di kawasan itu "sangat mengkhawatirkan". India meminta agar navigasi bebas di perairan internasional di kawasan tersebut harus sesuai hukum internasional.
Garda Revolusi Iran menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk. Oman hingga Kuwait mengutuk serangan terbaru Iran ke wilayah teritorialnya.
" kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeera, Minggu (12/7/2026).
dan melemahkan upaya diplomatik yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan krisis melalui cara damai. Kuwait menilai pihaknya berhak melakukan tindakan untuk melindungi kedaulatannya.
pemerintah Oman mengecam serangan terhadap wilayahnya. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Oman menjadi tuan rumah kunjungan Menlu Iran untuk membahas soal Selat Hormuz.
yang terjadi hanya beberapa jam setelah negara itu menjadi tuan rumah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran untuk membahas masalah keamanan di Selat Hormuz.
Qatar juga mengutuk serangan Iran terhadap wilayahnya dan negara-negara tetangganya, menyusul serangan balasan Iran terhadap AS. Menurut Qatar serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya.
" kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan, juga merujuk pada penargetan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, dan Kuwait dan menyebut serangan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya".
termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Mesir, juga mengutuk serangan Iran tersebut.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8571044/6-hal-terimbas-dari-saling-serang-terbaru-iran-vs-as