JEPARA — Sebanyak 421 desa dan kelurahan di Jawa Tengah telah berstatus Siaga Tuberkulosis (TB) berdasarkan data 9 Oktober 2026. Pemprov Jateng memperkuat pelacakan kasus, pencegahan, dan pengobatan hingga tingkat desa.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menyampaikan arah penguatan itu dalam Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026). Pemerintah desa dan masyarakat diminta membantu penemuan kasus serta pendampingan pasien.

Bagi warga yang memiliki kontak erat dengan pasien, pencegahan menjadi perhatian khusus. Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus menekankan pemberian obat pencegahan bagi kontak erat yang memenuhi indikasi medis. Di Jepara, skrining telah menjangkau 107 dari target 161 titik.

Pemprov juga mendorong pencarian kasus aktif terhubung dengan layanan kesehatan primer, sehingga pemeriksaan, rujukan, pencatatan, dan tindak lanjut pasien tidak berjalan sendiri-sendiri. Sumarno meminta dukungan penguatan tenaga kesehatan serta akses diagnostik.

Hingga 9 Oktober, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis baru mencapai 23,31 persen dari target 326.038 kasus. Pemerintah kabupaten dan kota diminta memperkuat perencanaan, anggaran, serta koordinasi sampai desa untuk mendukung penanggulangan TB.