Subang, Jalancagak.com

kapal-kapal tersebut akhirnya putar balik setelah salah satu kapal terbakar.

dua kapal tanker minyak, yang dibantu oleh pesawat Amerika, mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak aman," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

kedua kapal tersebut segera berbalik arah," imbuhnya.

Otoritas Iran telah menguasai Selat Hormuz sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada 28 Februari lalu.

Iran bersikeras bahwa kapal-kapal yang melintasi jalur perairan yang penting untuk perdagangan energi itu, harus melewati rute yang ditentukan oleh Iran setelah meminta izin dan membayar biaya layanan.

Garda Revolusi Iran kembali menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz adalah "wilayah kami". Garda Revolusi Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz "tidak dapat dibuka kembali selama retorika dan ancaman berlebihan dari para pejabat Amerika dan campur tangan mereka dalam pergerakan maritim di wilayah tersebut terus berlanjut."

Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat pada hari Rabu (29/7) malam waktu setempat kembali melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan terbaru itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran.

Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

termasuk seorang anak berusia dua tahun, di pulau Qeshm, Iran, lapor kantor berita Iran, Fars, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, seraya menambahkan bahwa dua anak lainnya terluka.

militer AS mengatakan pada hari Selasa waktu setempat bahwa mereka mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran ke arah pasukan AS di Yordania. Otoritas Iran kemudian mengkonfirmasi telah meluncurkan rudal-rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania.

bahwa pasukan AS akan membalas. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.

Komando Pusat AS atau CENTCOM menggambarkan serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

CENTCOM mengatakan serangan Amerika itu dimulai pukul 8 malam ET pada hari Rabu (0000 GMT pada hari Kamis) dan berakhir pukul 10 malam. ET (0200 GMT pada hari Kamis).

termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim," kata CENTCOM.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8597098/2-kapal-tanker-coba-melintas-tapi-gagal-iran-selat-hormuz-wilayah-kami