SALATIGA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melibatkan 123 perguruan tinggi untuk membantu pengentasan kemiskinan melalui penelitian, pendataan, dan pendampingan masyarakat hingga desa. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan langkah itu di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Kamis (15/10/2026).

Kerja sama tersebut mencakup 49 perguruan tinggi pada 2025 dan 74 pada 2026. Bentuk kegiatannya meliputi KKN tematik, pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni, penanganan stunting, serta pengembangan teknologi desalinasi air.

Luthfi menekankan pentingnya keterlibatan kampus agar program lebih tepat sasaran. Penanganan kemiskinan, menurutnya, perlu menjangkau kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga, bukan hanya bantuan sosial maupun perbaikan rumah.

Bagi masyarakat desa, lingkup kolaborasi itu berarti pendampingan diarahkan pada persoalan yang berbeda-beda, dari usaha hingga kebutuhan air. Penelitian dan pendataan menjadi bagian dari upaya menentukan penanganan sesuai persoalan setempat.

Dalam rapat koordinasi nasional tersebut juga dideklarasikan komitmen perguruan tinggi untuk beasiswa kader pemberdayaan masyarakat desa pada 2027. Laporan pelaksanaan menyebut rencana sekitar 2.000 beasiswa bagi kader atau putra-putri desa; angka itu masih berupa rencana, bukan pengumuman pembukaan pendaftaran.